0

Polling: Film Pilihan 16-08-2017 s.d. 22-06-2017


Ada 7 film yang dirilis minggu lalu dan tidak ada satupun diantaranya film lokal. Film-film tersebut adalah The Wall, Zombie Fighters, In This Corner of the World, Raabta, Planetarium, A Family Man serta 47 Meters Down.

0

Review Film: 'Transformers: The Last Knight' (2017)

Hal paling seru setelah naga berkepala tiga adalah jam meja Transformers yang katanya pernah membunuh Hitler. Iya, sang Fuhrer.

“I was making moment more epic.”
— Cogman
Transformers: The Last Knight memastikan, atau lebih tepatnya, mengingatkan saya kembali akan keyakinan saya dulu bahwa Transformers itu keren dalam dosis terbatas. Franchise ini hanyalah wadah bagi siapapun, terutama robot raksasa, saling berbaku hantam seheboh dan seberisik mungkin, jadi filmnya bagus saat bebas dari konteks, belum terintegrasi dengan cerita atau karakter. Prolog, khususnya, adalah adegan pembuka yang spektakuler, menampilkan peperangan Abad Pertengahan dimana tubuh-tubuh ksatria terlempar ke udara karena serangan bola api dari balista. Kita kemudian disuguhkan dengan naga mecha raksasa berkepala tiga!

The Last Knight menampilkan banyak hal, mulai dari tongkat penyihir Merlin, kapal selam Perang Dunia I, planet Cybertron, Bumblebee versus Optimus Prime, dan masih ada lagi, dan saya tak begitu yakin bagaimana cerita bisa sampai kesana. Film ini juga punya banyak plot yang nyaris tak bisa dimengerti dan datang sekonyong-konyong, yang memberi kesan bahwa skripnya (yang ditulis oleh 3 pria dewasa) terlihat seperti skenario yang dibuat oleh seorang bocah yang sedang bermain robot-robotan Transformers di taman setelah belajar IPS tentang Nazi dan menonton King Arthur: Legend of the Sword.


Menimbang: (1) plotnya yang njelimet, dan (2) karena cerita bukanlah hal penting dalam film Transformers, maka demi membuatnya lebih sederhana, saya akan membeberkan beberapa poin yang mungkin anda ingin tahu:

  1. Mark Wahlberg kembali bermain sebagai jagoan Cade Yeager yang punya peruntungan bagus akan pertemuan dengan Transformers. Di film sebelumnya Age of Extinction, Optimus Prime kebetulan berada di halaman rumahnya, dan sekarang seorang (sebuah?) robot Transformers tak dikenal yang baru saja mendarat di bumi kebetulan memberikannya koin sakti yang membuatnya menjadi juru selamat bumi. Anak Cade, sayangnya, sedang kuliah di tempat jauh, jadi kita takkan bertemu lagi dengannya.

  2. Kekuatan penyihir Merlin (saya tak tahu bahwa pemerannya adalah Stanley Tucci sampai saya mengecek IMDb) ternyata merupakan wangsit dari Transformers. Siapa saja yang tahu rahasia ini? Perkumpulan misterius yang terdiri dari Da Vinci, Galileo, Shakespeare, Einstein, Roosevelt, dll. Tapi yang menjadi tukang eksposisi di film ini adalah Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins), bangsawan Inggris yang segera memboyong Cade ke London.

  3. Jagoan wanitanya adalah Izabella (Isabela Moner), gadis tomboy —masih terlalu muda untuk diobjektifikasi— yang diselamatkan oleh Cade, serta Vivianne (Laura Haddock), yang saya yakin adalah profesor terseksi di Oxford (atau kampus tersohor manapun) karena hobinya memakai "baju penari striptis" (bukan saya yang bilang). Vivianne adalah satu-satunya keturunan Merlin yang bisa mengendalikan tongkat saktinya.

  4. Autobots yang tampil adalah Bumblebee, Optimus Prime, Hound, Drift, Crosshairs, Grimlock, Slug, Wheelie, dan Daytrader, sementara Decepticons diantaranya Onslaught, Mohawk, Nitro, dan Dreadbot yang hilang secepat mereka muncul, serta tentu saja, Megatron.

  5. Ada Transformers baru bernama Cogman (Jim Carter) yang merupakan pelayan pengidap bipolar milik Sir Edmund yang mirip C-3PO (bukan saya yang bilang), serta si mini Sqweeks kepunyaan Izabella.

  6. Dari pihak manusia, kembali lagi Kolonel Lennox (Josh Duhamel), agen Simmons (John Turturro) yang sekarang bermukim di Kuba, serta ajudan baru Cade, Jimmy (Jerrod Carmichael) yang sering berusaha ngelawak.

  7. Arenanya mulai dari Chicago hingga London, bawah laut hingga angkasa, dan Cybertron hingga bumi. Monumen yang bernasib buruk untuk berada di tengah pertarungan robot alien ini adalah Stonehenge.

  8. Hal paling seru setelah naga berkepala tiga adalah jam meja Transformers yang katanya pernah membunuh Hitler. Iya, sang Fuhrer.
Plotnya: Optimus Prime yang kembali ke Cybertron bertemu dengan penciptanya, Quintessa (Gemma Chan) yang berniat membangkitkan kembali Cybertron dengan cara menghantamkannya ke bumi. Quintessa juga berhasil membuat Optimus Prime membelot dan berganti nama menjadi Nemesis Prime. Di bumi, Transformers diburu sehingga Cade dan teman-teman Autobots-nya harus bersembunyi di sebuah tempat penampungan rongsokan di South Dakota. Dari sini plot mengacu pada poin (5) yang sudah saya sebutkan tadi.

Nah, The Last Knight menyentil banyak hal sebelum melupakan hal tersebut sama sekali. Konflik antirasialis yang memposisikan para Transformers sebagai eksodus? Nanti dilupakan. Izabella yang disorot sedemikian rupa hingga sepertinya akan menjadi tokoh utama? Nanti dilupakan. Optimus Prime?! Menghilang di tengah-tengah sampai muncul lagi di akhir.

Mitologi berserta eksposisinya terus terang membebani filmnya untuk benar-benar bisa dinikmati. Film ini bemaksud untuk memberi benang merah terhadap mitologi yang lebih dalam daripada film sebelumnya, tapi kita takkan peduli sedikitpun saking tak masuk akal dan amburadul penempatannya. Para penulis: Art Marcum, Matt Holloway, dan Ken Nolan seolah berlomba soal poin sekonyol apa yang mereka bisa masukkan ke dalam naskah tanpa membuat penonton mempermasalahkan akal sehat. Saya juga bisa begitu, sepanjang filmnya mampu menjaga mata saya lengket ke layar. Namun saat satu karakter mulai melontarkan dialog, pikiran saya mulai berkelana mencerna cerita yang mustahil bisa dicerna.

Selain dari itu? Tentu saja, kekacauan spektakuler berisi pergulatan antar robot yang saling hantam satu sama lain, pesawat yang berseliweran, gedung-gedung hancur, dan ledakan masif, entah apapun penyebabnya. Kesampingkan teori bahwa robot tak mempan ditembak senjata otomatis, karena tentara kita menembak dengan tekun. Bagian klimaks begitu hectic sulit untuk mengetahui apa yang terjadi, atau bahkan geografi dimana sesuatu terjadi. Spectacle bombastis ini menjadi semakin menjemukan semakin lama ia berlangsung.

Filmnya masih disutradarai oleh Michael Bay. Dan hampir di setiap waktu, semua bergerak sedemikian hiperaktif, baik di depan maupun di belakang layar, hingga tak memberi kesempatan untuk membangun momen dramatis. Namun, Bay tetap dalam ciri khasnya yang murni sensasi, memanfaatkan dengan maksimal efek visual dari studio Industrial Light & Magic untuk menyesaki setiap frame dengan CGI menyilaukan yang bergerak dalam mode steroid. Saya tak tahu dengan anda, saya terkadang suka menikmati sesuatu yang meledak dengan spektakuler dan ini memang mengagumkan selama beberapa saat, tapi melelahkan dan menumpulkan indera jika berlebihan.

The Last Knight disebut-sebut menjadi film Transformers terakhir bagi Bay (sebagaimana film sebelumnya *uhuk*). Namun film ini direncanakan sebagai instalmen pembuka bagi cinematic universe-nya Transformers, dan kita bisa melihatnya dari mid-credit scene yang mengindikasikan film berikutnya. Berita buruknya: tak banyak yang punya mayhem sensibility seperti Bay. Berita baiknya: ada kesempatan bagi film Transformers untuk punya dramatic sensibility, sesuatu yang tak pernah dimiliki oleh franchisenya hingga saat ini. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Transformers: The Last Knight' |
|

IMDb | Rottentomatoes
149 menit | Remaja

Sutradara Michael Bay
Penulis Art Marcum, Matt Holloway, Ken Nolan
Pemain Mark Wahlberg, Josh Duhamel, Anthony Hopkins
0

Carnage akan Jadi Villain Film ‘Venom’

Detail demi detail terkait film 'Venom' terus mengemuka. Detail kali ini mengungkap musuh yang akan dihadapi Venom di film spin-off mendatang, yang ternyata adalah Carnage yang tak kalah populer.

0

Box Office: 'Cars 3' Tancap Gas Menuju Jawara

'Cars 3' dengan mudah menjadi jawara box office minggu ini, tapi performanya sedikit menurun dibandingkan dua pendahulunya. 'All Eyez on Me' dan '47 Meters Down' lewati ekspektasi, sementara 'Rough Night' mengecewakan. Berikut rekap box office minggu ini.

Next
Tak ada artikel berikutnya
Older Posts
Back to Top