0

Review Film: 'Pirates of the Caribbean: Salazar's Revenge' (2017)

'Salazar's Revenge' alias 'Dead Men Tell No Tales' merupakan seri 'Pirates of the Caribbean' yang berdurasi paling singkat, namun terasa paling penuh.

“What a horrible way to live.”
— Jack Sparrow
Film kelima Pirates of the Caribbean yang di Indonesia dan di beberapa negara lain diberi subjudul Salazar's Revenge, punya subjudul Dead Men Tell No Tales di kampung halamannya, yang bagi saya kurang tepat, karena film ini adalah kebalikannya. Film ini berisi banyak orang mati dan mereka menceritakan banyak kisah. Yang hidup pun mendapat kans yang sama. Hampir semua orang yang terlibat memperoleh porsi backstory. Film ini merupakan seri Pirates of the Caribbean yang berdurasi paling singkat, namun terasa paling penuh. Banyak film yang bisa dibuat dari satu film ini.

Anda ingin menyaksikan debut Kapten Jack Sparrow (Johnny Depp) menakhodai kapal perdananya? Atau mengetahui masa lalu Kapten Barbossa (Geoffrey Rush) sebelum jadi bajak laut? Atau profesi Kapten Salazar (Javier Bardem) sebelum jadi kapten kapal hantu? Atau rahasia masa kecil dari heroine baru kita, Carina (Kaya Scodelario)? Atau masa lalu Henry Tur... — maafkan saya, ini bukan rahasia memang; ia adalah putra dari pasangan Will Turner (Orlando Bloom) dan Elizabeth Swann (Keira Knightley) dari 3 film pertama.


Seperti Bill Nighy yang bermain sebagai si muka tentakel Davy Jones dalam film kedua dan ketiga, Bardem mendapat peran yang sedap sebagai antagonis dengan facial feature yang nyentrik. Sihir CGI mengijinkan Salazar dan krunya untuk selalu tampak sebagai pelayar hantu yang kapalnya baru saja terbakar. Kulitnya tampak membusuk, rambut dan bajunya yang hangus melambai-lambai seperti berada di dalam air. Ada beberapa awak kapalnya yang hanya berupa tangan melayang atau tubuh tanpa kepala. Meski penampilan Salazar tak seseru Barbossa dalam The Curse of the Black Pearl, namun saya selalu cekikikan setiap kali Bardem bilang, "Jekh Separrraou".

Yang menjadi benang merah dari semuanya adalah MacGuffin dalam wujud trisula Poseidon, pusaka sakti yang katanya bisa memberikan kekuatan apapun bagi sang pemilik. Henry Turner (Brenton Thwaites) berniat untuk mendapatkannya demi memutus kutukan yang dialami ayahnya yang terikat pada kapal "Flying Dutchman". Carina, gadis yang diburu pemerintah karena ia adalah astronom wanita pertama yang terlahir di era dimana orang menyebut ilmuwan wanita sebagai penyihir, mencari trisula Poseidon untuk menemukan petunjuk mengenai sang ayah yang hanya mewarisinya buku catatan. Dan Jack Sparrow, yaa seperti biasa, menginginkan pusaka sakti demi menyelamatkan diri sendiri. Mereka punya motif masing-masing, namun harus berkerja sama untuk mendapatkan trisula tersebut.

Salazar juga ikut dalam perburuan, namun alasannya lebih karena ia ingin membalas dendam kepada Jack Sparrow yang telah membuatnya dan kru kapalnya dikutuk menjadi pasukan hantu di dalam Segitiga Iblis. Kapten Barbossa yang sekarang sudah menjadi bajak laut makmur dengan 10 kapal dan puluhan kru, ikut terlibat karena ia menawarkan diri untuk mencari Jack Sparrow sebagai ganti atas keselamatan kelompok bajak lautnya. Ada lagi pasukan Inggris yang ingin menangkap: (1) Henry karena berkhianat dari tentara, (2) Carina karena ia dianggap penyihir, dan (3) Jack Sparrow karena... ia adalah Jack Sparrow.

Ada dosis tertentu bagi kenyentrikan Johnny Depp, dan ini yang membuat film sebelumnya, On Stranger Tides tak begitu seru. Ia lebih menghibur sebagai karakter pendukung, melakukan atau terlibat dalam kegilaan di antara plot film yang serius. Film kelimanya ini membuat pilihan bijak dengan kembali memakai formula film pertama: mendudukkan Jack Sparrow di kursi kedua. Sayangnya, ia tak seperti dulu. Respon kocaknya tak sespontan sebelumnya. Plot semua film Pirates of the Caribbean bagi saya tak ada terarah, namun biasanya saya tak peduli karena ia menghibur. Depp menjaga kita untuk selalu tertarik. Ini terdengar lebih sadis daripada maksud saya tapi Jack Sparrow yang sekarang tak begitu menyenangkan. Atau saya saja yang sudah bosan terhadapnya?

Film ini digarap oleh duo Joachim Rønning dan Espen Sandberg yang pernah menggarap Kon-Tiki, petualangan maritim yang menurut konsensus dari RottenTomatoes merupakan "throwback to old-school adventure filmmaking that's exciting and entertaining". Salazar's Revenge "exciting" karena mempunyai beberapa sekuens aksi spektakuler. Lihat saja adegan pembuka film dimana kru Jack Sparrow merampok bank dengan cara menyeret bank tersebut, literally, keliling kota atau adegan komikal saat Jack akan dieksekusi dengan guillotine yang berayun secara sentrifugal, nyaris memotong lehernya. Nah, kalau "entertaining"? Tidak juga. Pengadeganan sekuens pembuka terasa draggy dan kurang dinamis. Ini semakin kentara di bagian yang lebih mengandalkan CGI alih-alih practical effects, misalnya saat klimaks yang membuat saya sering menguap. Dalam Kon-Tiki, duo ini menggunakan set pieces yang kecil dengan efektif, dan mereka tampaknya sedikit kelabakan menangani set pieces yang gila dalam Salazar's Revenge.

Jika dalam On Stranger Tides, ada Keith Richards dari band The Rolling Stone yang bermain sebagai ayah Jack, maka di film ini kita akan mendapati personil The Beatles, Paul McCartney yang menjadi paman Jack dalam cameo yang kocak. Disney dikabarkan akan merilis satu lagi film Pirates of the Caribbean setelah film ini sebelum benar-benar menutup franchisenya. Soal ekspansi legenda, franchise ini takkan kehabisan materi. Ada begitu banyak mitologi laut dan harta karun yang bisa ditemukan oleh Jack Sparrow, dkk. Lagipula, masih ada beberapa frontman band legendaris yang bisa dijadikan sanak famili Jack. Namun setelah menonton Salazar's Revenge, saya rasa untuk saat ini saya belum siap berlayar ke petualangan selanjutnya. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Pirates of the Caribbean: Salazar's Revenge' |
|

IMDb | Rottentomatoes
129 menit | Remaja

Sutradara Joachim Rønning, Espen Sandberg
Penulis Jeff Nathanson, Terry Rossio
Pemain Johnny Depp, Javier Bardem, Brenton Thwaites
0

Zack Snyder Berduka, Joss Whedon Siap Jadi Sutradara Baru ‘Justice League’

Zack Snyder selaku sutradara 'Justice League' memutuskan untuk mundur, dan kini posisinya digantikan Joss Whedon yang pernah menahkodai 'The Avengers'.

0

Produser 'X-Men' Tak Berniat Cari Pemeran Baru Wolverine dalam Waktu Dekat

Suatu saat Wolverine pasti akan mengalami recast atau pergantian pemeran. Pertanyaannya kini, kapankah aktor yang akan ditunjuk sebagai suksesor Jackman mulai dicari?

Next
Tak ada artikel berikutnya
Older Posts
Back to Top