0

Review: 'Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno' (2014)

Bagian pertama dari Rurouni Kenshin: The Legend Ends ini jauh lebih gelap dan lebih epik dibandingkan film Kenshin sebelumnya.


IMDb | Rottentomatoes
138 menit | R
“Whatever you loose, you’ll find again, but what you throw away you never get back.”
Cerita dimulai saat Kenshin Himura (Takeru Sato) sudah mulai nyaman tinggal bersama Kaoru Miyakama (Emi Takei) dan teman-temannya di dojo Kamiyakashin. Namun kemudian datang utusan dari pemerintah Meiji. Sebuah ancaman datang dari kelompok Makoto Shishio (Tatsuya Fujiwara), mantan pembunuh sebagaimana halnya Kenshin. Bersama komplotan 10 pedang dan bawahan lainnya, Shishio yang dulunya dikhiananati pemerintah berencana untuk melakukan kudeta. Meski ditentang Kaoru, Kenshin pun pergi ke Kyoto untuk mencegah terjadinya kembali perang sipil.

Pertarungan melawan Shishio merupakan arc paling populer dari manga Rurouni Kenshin (Samurai X), dan juga bagian paling seru. Di komiknya sendiri, arc Shishio ini cukup lama dan panjang, namun tak membuat jemu. Melihat premisnya saja, sudah pasti penonton berharap banyak. Ekspektasi saya tinggi, dan saya tidak kecewa.

Film ini digarap lebih serius oleh sang sutradara. Disini temanya lebih gelap, beda dengan film pertamanya yang menurut saya sangat komikal. Kenshin yang sudah insyaf membunuh (ya kira-kira begitulah), harus menghadapi konflik batin karena situasi yang mengharuskannya menjadi Battosai sang pembantai kembali. Sementara ideologi Shishio yang ingin menggulingkan pemerintah akibat bobroknya era Meiji juga tak sepenuhnya salah. Ada sesuatu yang dalam mengenai konflik karakter ini masing-masing.

10 menit di awal film adalah bagian yang menurut saya paling spektakuler. Kemunculan Shishio dan komplotannya yang membakar suatu kuil dengan latar belakang beberapa biksu yang digantung, sementara Hajime Saito (Yosuke Eguchi) berusaha melakukan pengejaran, merupakan scene yang epik. Set lokasi yang luar biasa, dan hanya untuk dipakai selama beberapa menit. Waw! Bisa dilihat keseriusan krunya membangun set. Pertarungan dibuat koreografi yang menurut saya jauh lebih bagus dibandingkan film sebelumnya. Adegan adu pedang yang cepat dan seru membuat saya tak bisa beranjak.

Seperti film sebelumnya, untuk urusan desain karakter dan make-up saya tak berkomentar banyak. Bagi yang sudah membaca manga-nya pasti langsung kenal tokoh yang mana itu siapa. Film ini juga memperkenalkan karakter kunci baru seperti Misao dan Aoshi. Akting Tatsuya Fujiwara sebagai Shishio, menurut saya sangat impresif. Meski hanya muncul dalam beberapa scene, kengerian Shishio terasa sepanjang Kyoto Inferno ini.

Adalah keputusan yang bijak sekali, membagi film ini menjadi 2 part. Karena memang, arc Shishio ini sangat panjang. Apalagi mengingat banyaknya musuh yang harus dihadapi Kenshin dkk (ingat komplotan 10 pedang, berarti ada 10 orang kan?). Selama 2 jam lebih, alur film ini pelan namun dengan pasti membangun tensi film dengan baik. Konflik batin, dan latar belakang tokoh juga bisa diceritakan lebih mendalam.

Film ini pasti akan memuaskan para penggemar lama Samurai X. Namun, penonton baru yang bahkan belum menyaksikan film pertama bisa ikut menikmatinya. Well-acted, well-paced, well-directed. Kyoto Inferno merupakan teaser yang sempurna untuk film Kenshin berikutnya.
Sutradara: Keishi Ohtomo
Penulis Naskah: Nobuhiro Watsuki (manga)
Pemain: Takeru Satô, Emi Takei, Tatsuya Fujiwara

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top