0

Review: 'Night at the Museum: Secret of the Tomb' (2014)

Menjanjikan petualangan yang lebih seru. Premis filmnya seperti itu memang, namun formula komedi yang sama seperti pendahulunya, membuat film ini terkesan basi.


IMDb | Rottentomatoes
90 menit | R
“Why don't you take a picture, it'll last longer! ”
Instalasi Night at the Museum penuh potensi. Lihat saja deretan castnya yang penuh nama-nama berbakat, misalnya saja Ben Stiller, Robin Williams, Owen Wilson, Steve Coogan, dan yang terbaru Rebel Wilson. Dengan premis hidupnya para karakter museum di malam hari, film ini menjanjikan adventure-comedy yang seru. Tapi pada akhirnya, gagal.

Di awal film kita dibawa flashback ke masa lalu saat penemuan tablet mistis dari makam Ahkmenrah. Kemudian kita diajak kembali ke masa sekarang, dimana sang penjaga museum kita,  Larry Daley (Ben Stiller) mengadakan eksibisi tokoh-tokoh museum kepada warga kota, diantaranya Theodore Roosevelt (Robin Williams), Dexter si monyet dan Rexy si tulang T-Rex. Di lain tempat Jedediah (Owen Wilson) dan Octavius (Steve Coogan) sedang menonton video lucu di Youtube.

Kemudian terjadi keanehan. Semua tokoh museum bertingkah tak wajar dan menyebabkan kekacauan eksibisi. Setelah diusut, ternyata hal ini disebabkan karena munculnya karat aneh pada tablet Ahkmerah. Untuk mengembalikannya seperti semula, Larry dkk harus ke makan asli Ahkmenrah yang terletak di museum London.

Get ready for the wildest and most adventure-filled, uniting favorite and new characters while embarking on an epic quest. Terliar, paling banyak petualangan, pencarian epik? Seriusan? Jargon ini terlalu sombong. Satu-satunya yang benar hanyalah bertemunya kembali karakter lama dan baru. Skenario film ini sama saja seperti 2 pendahulunya, para karakter have fun, lalu muncul masalah, kemudian selama penyeleseian masalah muncul lagi masalah-masalah kecil, masalah kecil selesai, masalah utama selesai, dan terakhir scene yang mencoba menyentuh sisi sentimentil penonton (walaupun sama sekali tak berhasil).

Namun kemudian saya ingat, kalau ini hanyalah sekadar film keluarga. Mungkin, para cast terkenal ini hanya ingin ngumpul-ngumpul bareng, berperan menjadi tokoh favorit mereka dan bersenang-senang, sekalian menghasilkan nambah pendapatan. Sambil menyelam minum air. Memang itulah yang bakal anda dapatkan selama menonton film ini.

Sutradara Shawn Levy dan penulis Robert Ben Garant & Thomas Lennon tak tampak berusaha terlalu keras untuk film terbaru (dan mungkin terakhir) dari serial Night at the Museum. Meskipun ada beberapa scene yang seru, namun tak cukup mengikat penonton. Tampilnya Dan Stevens sebagai Lancelot sebenarnya cukup menarik (dan saya kaget ternyata Dan bisa tampil kocak), ditambah dengan cameo salah satu seleb Hollywood (spoiler!), dan munculnya karakter baru seorang Neanderthal yang sangat mirip dengan Larry (namun lebih kocak dibanding Larry), menurut saya adalah momen yang meriah. Tapi kemudian, film ini kembali lagi ke stereotype film pendahulunya, komedi basi.

Ini adalah film keluarga yang tumpul, namun film anak-anak yang cukup bagus. Anak 5 tahunan sudah pasti akan cinta film ini. Siapa yang takkan heboh jika tokoh museum dan patung bergerak. Apalagi ada tulang T-Rex raksasa yang berkeliaran bebas. Efek CGI-nya sendiri cukup bagus. Film ini gampang dicerna, leluconnya sedikit garing, tapi aman ditonton anak-anak. (UP™ 2014)
Sutradara: Shawn Levy
Penulis Naskah: David Guion, Michael Handelman, Mark Friedman, Thomas Lennon, Robert Ben Garant
Pemain: Ben Stiller, Robin Williams, Owen Wilson

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top