0

Review Film: 'Demonic' (2015)

Mengangkat premis yang basi dengan formula horor yang klise, 'Demonic' adalah film horor yang tak terlalu bagus tapi lumayan bisa dinikmati berkat gaya narasi non-linearnya yang cukup berbeda.

“I want to put a baby in you.”
— Donnie
Nama James Wan memang terpampang di posternya, tapi jangan tertipu karena disini dia hanya bertindak sebagai produser. Tentu saja film ini tak punya tingkat keseraman sekelas film-film arahan Wan seperti Insidious dan The Conjuring. Film ini bahkan bukan film horor yang bagus, kalau boleh jujur. Meski mengangkat premis yang sudah basi, namun Demonic mengambil gaya narasi non-linear yang menurut saya cukup segar, dan akhirnya lumayan bisa dinikmati.

Dalam film ini, Frank Grillo bermain sebagai detektif Mark Lewis. Di tengah malam, dia mendapat panggilan darurat saat ada indikasi pembunuhan di sebuah rumah kosong. Sesampainya di TKP, Mark menemukan beberapa mayat anak muda dan satu korban selamat yang sedang panik yang bernama John (Dustin Milligan). Mark kemudian memanggil bala bantuan dan meminta tolong pada psikologis kriminal yang juga mantan pacarnya, Dr. Elizabeth Klein (Maria Bello) untuk menginterogasi John.

Ternyata John bukanlah satu-satunya korban yang selamat. Berdasarkan ceritanya, ada 2 orang yang berhasil melarikan diri: pacarnya yang tengah hamil, Michelle (Cody Horn) dan mantan pacar Michelle, Bryan (Scott Mechlowicz), satu diantaranya dicurigai sebagai pelaku.

Sementara itu polisi berusaha melakukan penyelidikan melalui video yang — secara kebetulan — direkam oleh rombongan anak muda tersebut. Dari sini terungkap bahwa mulanya mereka iseng untuk melakukan ritual pemanggilan roh di sebuah rumah kosong, dimana dulunya terjadi kasus pembunuhan sadis oleh keluarga Livingston. Dan tak terlalu mengejutkan sebenarnya bagaimana kebodohan mereka ini berujung nasib naas.


Dengan menggabungkan metode konvensional dengan gaya found-footage, film ini diceritakan bergantian antara penyidikan dan interogasi yang tengah berlangsung dengan flashback mengenai awal mula tragedi ini terjadi. Demonic mengambil gaya narasi ala The Usual Suspects dimana kita dibuat menerka-nerka siapa pelaku sebenarnya. Paruh awal sebenarnya tak terlalu menjanjikan, namun dengan pendekatan non-linear seperti ini membuat penonton sedikit terikat dengan ceritanya walau stereotip.

Selain dari faktor di atas, nyaris tak ada lagi alasan yang bagus bagi anda untuk menonton Demonic. Film ini mengambil resep-resep film horor kekinian. Jump scares, setting sekitar yang luar biasa gelap — serius, kenapa hampir di semua film horor ga ada yang kepikiran membawa penerangan yang mumpuni, dan tak lupa, music box. Memang di beberapa scene, terasa sedikit sentuhan khas Wan untuk membangun atmosfir, tapi lagi-lagi sutradara Will Canon kembali ke formula jump-scares.

Penampilan Grillo dan Bello cukup lumayan. Karakternya yang sejak awal memang one-note dan tak membutuhkan kapabilitas akting yang muluk-muluk. Milligan yang punya peran krusial justru tak tampil maksimal. Secara singkat rumus akting Milligan di film ini adalah gerak bola mata tak beraturan + omongan terbata-bata + bibir bergetar. WTF. Karakter John tak pernah terlihat benar-benar takut, membuat penonton yang awas bisa mengantisipasi plot-twist di bagian endingnya dengan mudah.

Suspens dari horor-nya memang tak terlalu terasa. Tapi setidaknya Demonic bisa memberikan ketegangan berkat premis "siapa pelakunya". Jika anda adalah penggemar berat film horor, mungkin tak perlu menonton film ini. Namun jika ingin melihat horor yang sedikit berbeda, Demonic adalah pengisi waktu luang yang lumayan. ■ UP

'Demonic' |
|


IMDb | Rottentomatoes
83 menit | Dewasa

Sutradara: Will Canon
Penulis: Max La Bella, Will Canon, Doug Simon
Pemain: Maria Bello, Frank Grillo, Dustin Milligan

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top