0

Review Film: 'Southpaw' (2015)

Berbanding terbalik dengan judulnya, 'Southpaw' adalah film tinju yang mengambil banyak elemen stereotipikal dari genrenya, yang kalau saja tidak didukung dengan akting dan arahan yang mumpuni, mungkin akan jatuh menjadi film kelas dua.

“This is about my family. I give you my everything.”
— Billy Hope
Southpaw adalah salah satu gaya bertarung dalam tinju, dimana petinju menggunakan kuda-kuda dengan pukulan tangan kiri, alih-alih tangan kanan yang merupakan gaya ortodoks. "Jurus pamungkas" inilah yang digunakan oleh tokoh utama kita, Billy Hope dalam film berjudul sama. Southpaw bukanlah gaya konvensional, namun filmnya sendiri adalah film tinju konvensional dengan elemen-elemen klise yang sudah pernah kita lihat sebelumnya. Kalau saja tidak didukung dengan akting dan arahan yang mumpuni, film ini mungkin akan jatuh menjadi film kelas dua.

Billy "The Great" Hope (Jake Gyllenhaal) adalah juara dunia tinju kelas light heavyweight dengan rekor 43 kemenangan tanpa pernah kalah atau seri. Petinju ini tak pernah melakukan defense, memblok semua pukulan lawan dengan wajahnya, kemudian berteriak kencang, menerima tonjokan lagi hingga babak belur sampai berdarah-darah, dan pada akhirnya melakukan pukulan mematikan yang membuat lawannya KO. Karakternya tak bisa lebih klise lagi (anda pernah dengar? Asal tetap semangat dan percaya pada diri sendiri maka segala rinta... ah sudahlah). Setidaknya begitulah penggambarannya di adegan pembuka.


Setelah memperoleh kemenangan dramatis, Billy mendapat tantangan dari saingan terberatnya Miguel Escobar (Miguel Gomez). Namun promotornya (Curtis "50 Cent" Jackson) menyarankan agar dia menolak dan lebih memilih untuk meneken kontrak bernilai besar selama 2 tahun dengan HBO. Ditambah lagi dengan istrinya, Maureen (Rachel McAdams) yang mengkhawatirkan metode bertarungnya yang habis-habisan tersebut, maka Billy memilih untuk rehat sejenak dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak perempuannya, Leila (Oona Laurence). Namun di sebuah acara amal, terjadi keributan antara Billy dengan Escobar yang mengakibatkan Maureen tertembak dan tewas.

Penulis naskah Kurt Sutter (serial Sons of Anarchy) benar-benar ingin meyakinkan penonton betapa tragisnya malapetaka yang menimpa Billy. Satu demi satu kemalangan datang yang membuat kita berpikir bahwa Billy mungkin adalah orang termalang dalam sejarah perfilman tinju.

Kehidupan Billy menjadi kacau balau. Dia kehilangan uang, mobil, rumah, hingga promotor dan pelatih. Dia frustasi dan kecanduan narkoba. Yang lebih parah, akibat usaha bunuh diri yang coba dilakukannya, Billy harus kehilangan hak asuh atas Leila. Mungkin ini dimaksudkan untuk menarik simpati penonton, namun saat menyadari betapa manipulatif plotnya, justru ini membuat kita frustrasi. Bahkan di satu scene, Sutter merasa perlu untuk menimpakan tragedi pada salah satu karakter pendukung yang hanya tampil tak lebih dari 10 menit.

Setelah menjadi film melodramatis hingga setengah film, Sutter menggunakan formula yang jamak digunakan dalam film tinju: jatuh lalu bangkit kembali. Pertemuan Billy dengan Tick Wills (Forest Whitaker) memberitahukan kita dengan gamblang bahwa inilah saatnya bagi Billy untuk melakukan penebusan, memperbaiki diri, dan mengambil kembali hak asuh Leila. Pertarungan terbesar Billy bukanlah melawan Escobar yang kita tahu pasti akan menjadi adegan pemuncak, melainkan di luar ring.

Di balik karakterisasinya yang one-note, Gyllenhaal menunjukkan talentanya untuk menghidupkan karakter yang awalnya dirancang untuk Eminem ini. Tak hanya melakukan transformasi fisik drastis (anda bisa lihat ototnya yang sebenarnya terlalu berbentuk untuk ukuran petinju), dia juga memberi dimensi yang lebih luas bagi karakter Billy. Awalnya, kita terganggu dengan sifatnya yang temperamental dan meledak-ledak, namun lama kelamaan membuat kita peduli terhadapnya. Yang paling penting, Gyllenhaal membuat Billy terlihat meyakinkan sebagai seorang petinju. Saya tak bisa berkomentar banyak mengenai pemeran pembantu, karena mereka nyaris tak tampil signifikan. Ya, termasuk karakter Wills yang klise.

Sutradara Antoine Fuqua tampaknya bekerja keras untuk mengangkat kisah yang stereotipikal ini. Dia memberikan intensitas yang cukup dengan menyajikan pertarungan brutal yang menegangkan, termasuk pertarungan habis-habisan 12 ronde antara Billy dan Escobar yang hasilnya bisa kita prediksi. Fuqua merangkul semua klise dan memberikan film tinju yang efektif, meski sebenarnya tak terlalu mengena. Usaha memanipulasi emosi penonton dengan menjadi oversentimentil malah melemahkan narasi dari cerita yang sebenarnya sudah terlalu familiar ini. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem

'Southpaw' |
|

IMDb | Rottentomatoes
124 menit | Remaja

Sutradara: Antoine Fuqua
Penulis: Kurt Sutter
Pemain: Jake Gyllenhaal, Forest Whitaker, Rachel McAdams

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top