0

Review Film: 'Pan' (2015)

Pendekatan baru dari Joe Wright terhadap kisah populer karya J.M. Barrie tersebut lebih absurd lagi. Namun realita adalah hal yang relatif dalam 'Pan'.

“I don't believe in bedtime stories.”
— Peter Pan
Bagaimana Peter Pan bisa terbang? Jika akrab dengan kisahnya, mungkin argumen anda adalah Pixie Dust. Namun ada jawaban yang sedikit absurd disini. Pendekatan baru dari Joe Wright terhadap kisah populer karya J.M. Barrie tersebut lebih absurd lagi. Namun realita adalah hal yang relatif dalam Pan. Peri itu nyata, kapal bisa melayang di udara, apalagi manusia.

Sudah ada banyak versi film yang mengadaptasi kisah Peter Pan. Nah, versi ini merupakan prekuel. Kita menyaksikan Peter Pan sebagai manusia biasa dan bagaimana dirinya bersahabat dengan cikal bakal musuh bebuyutannya, Kapten Hook.

Film dibuka dengan adegan saat sang ibu meninggalkan Peter di depan sebuah panti asuhan. Sepuluh tahun kemudian, Peter (Levi Miller) bersama temannya menyadari keanehan pada panti asuhan tersebut. Ternyata, penjaga panti asuhan (Kathy Burke) menjual penghuninya pada perompak dan malam itu, para perompak ber-bungee jumping menculik anak-anak, termasuk Peter. Dengan menghindari tembakan polisi dan keterkejutan penonton, kapal ini terbang menuju Neverland.


Hilang sudah dunia yang magis. Neverland adalah dunia steampunk dimana anak-anak diperbudak untuk bekerja di pertambangan Pixum, materi mirip Pixie Dust yang menjadi obsesi sang pemimpin bajak laut, Blackbeard (Hugh Jackman). Kenapa budak-budak ini mengumandangkan lagu "Smells Like Teen Spirit" dan "Blitzkrieg Bop"? Tak ada jawaban yang relevan, namun setidaknya lagunya terdengar keren.

Dengan make-up tebal dan wig konyol, Jackman tampil eksentrik sebagai Blackbeard. Ketika mengetahui bahwa Peter bisa terbang, ia takut akan ramalan buruk yang bisa menimpanya. Namun Peter berhasil melarikan diri berkat bantuan dari Kapten Hook (Garrett Hedlund) yang berniat kembali ke dunia nyata. Mereka kemudian terjebak dalam perang gerilya antara penduduk asli yang dipimpin oleh Tiger Lily (Rooney Mara) melawan perompak Blackbeard yang masih mengejar Peter.

Penonton targetnya mungkin adalah anak-anak, mengingat warna-warnanya yang cerah serta aksi yang ringan, meski ceritanya sendiri agak kelam. Set-nya cukup imajinatif (misalnya duel di atas trampolin) dan kostumnya menawan, namun sulit untuk tak kehilangan arah di tengah adegan aksi yang penuh sesak dan efek suara yang berisik. Dengan mengesampingkan Miller yang punya sense komedi dan sensitivitas yang pas, perkembangan karakternya sangat minim. Hook versi Hedlund mungkin terinspirasi Indiana Jones. Karakter Mara yang ditujukan sebagai pemimpin pemberontak tak terlalu digali dan hanya terbatas sebagai sampingan serta love-interest Hook.

Dari sisi teknis, tata produksinya mengagumkan. Sayang, tampilan yang sangat artifisial membuatnya tampak palsu. Oke oke, Neverland adalah dunia fantasi. Namun saat anda bisa menyadari bahwa aktor beraksi di atas layar hijau, dunianya tak lagi meyakinkan.

Dikabarkan akan dibuat sebagai trilogi, Pan adalah proyek ambisius dari Wright. Ada sedikit kesenangan disini, tapi jika ambisi Wright lebih besar, saya tak bisa menemukan manifestasinya. Tunggu, apakah saya nyasar di Neverland? ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem

'Pan' |
|

IMDb | Rottentomatoes
111 menit | Semua Umur - BO

Sutradara Joe Wright
Penulis Jason Fuchs
Pemain Levi Miller, Garrett Hedlund, Hugh Jackman, Rooney Mara

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top