0

Review Film: 'Straight Outta Compton' (2015)

Sutradara F. Gary Gray secara mengejutkan memberikan perhatian lebih pada karakter dan subtema di dalamnya sehingga film ini lebih dari sekedar film; ia juga merupakan komentar sosial.

“Ain't that some s**t? Speak a little truth and people lose their minds.”
— Ice Cube
N.W.A. (Niggaz With Attitude) adalah grup rap yang menghentak Amerika di akhir tahun 80-an yang begitu populer hingga menyebutnya "populer" belumlah cukup. Mereka bahkan menciptakan subgenre sendiri. Diisi dengan lirik-lirik yang mengeksploitasi seks, narkoba dan kekerasan, grup ini menyindir fenomena sosial seperti rasisme dan kekerasan oleh otoritas dengan lantang. Cuma ingin tahu, sepanjang sejarah ada berapa grup musik coba yang konsernya dihentikan polisi? Entah mereka memang mencermati realitas atau hanya ingin terlihat keren dengan bersikap garang (seperti kata orang: bad boys itu keren).

Untuk ukuran biopik dari grup yang katanya paling berbahaya di eranya, Straight Outta Compton (yang mengambil judulnya dari judul album N.W.A.) cenderung menggunakan rumus yang konvensional: berangkat dari bawah, meraih sukses, lalu mengalami kejatuhan. Namun sutradara F. Gary Gray secara mengejutkan memberikan perhatian lebih pada karakter dan subtema di dalamnya sehingga film ini lebih dari sekedar film; ia juga merupakan komentar sosial.


Sebelum bertemu dengan N.W.A., kita terlebih dahulu dibawa untuk melihat O'Shea "Ice Cube" Jackson (O'Shea Jackson, Jr.) dan temannya, DJ Andre "Dr. Dre" Young (Corey Hawkins) yang sehari-hari biasa berkutat dengan kehidupan geng ataupun polisi sembari menjalani kehidupan normal sebagai remaja. Hal yang sama tidak berlaku bagi Eric "Eazy-E" Wright (Jason Mitchell) yang sudah akrab dengan hal seperti itu — poin yang ditunjukkan Gray melalui adegan pembuka yang menghipnotis dan berintensitas tinggi yang membuat anda mengira ini bakalan jadi film aksi.

Setelah membentuk label rekaman Ruthless, grup ini menjadi lengkap dengan masuknya MC Ren (Aldis Hodge) dan DJ Yella (Neil Brown, Jr.). Album perdana mereka sukses besar sehingga menarik perhatian seorang manajer musik, Jerry Heller (Paul Giamatti, lagi-lagi memakai wig yang aneh. Setelah Love & Mercy, harusnya mereka tahu bahwa merekrut Giamatti sebagai manajer adalah ide yang buruk). Mitchell punya porsi yang lebih signifikan di paruh pertama karena memang plotnya lebih menyoroti Eazy-E sebagai leader. Apalagi Heller seringkali hanya berkomunikasi tertutup dengan Eazy-E tanpa sepengetahuan anggota lain.

Di paruh kedua, ceritanya semakin melebar. Konflik mulai muncul dan Ice Cube memilih untuk bersolo karir sementara Dr. Dre bergabung dengan labelnya Marion "Suge" Knight (R. Marcos Taylor dalam peran yang jauh lebih iblis dibanding Giamatti). Jika anda ingin tahu kenapa Ice Cube dalam film ini terlihat seperti errr... Ice Cube, itu karena peran tersebut dimainkan oleh sang anak, dengan akting yang bagus pula. Ia menangkap pembawaan dan mimik sang ayah dengan baik. Penampilan pemain lain juga tak kalah mengesankan, khususnya Hawkins yang karismatik sebagai Dre.

Film ini juga tak lupa memasukkan adegan mengenai proses kreatif di balik lagu mereka. Ada durasi yang cukup signifikan yang menampilkan grup ini rekaman di studio: bagaimana Ice Cube mencari inspirasi dan menulis lirik lagunya atau Easy-E yang hanya punya bakat sebagai pengedar dan tampak canggung di rekaman perdananya. Dan tentu tak lupa, penampilan live mereka membawakan "F**k Tha Police" yang legendaris. Gray menyajikannya sedemikian rupa hingga mengajak penonton untuk terbawa emosi.

Paruh keduanya mengarah ke melodrama, khususnya saat naskah dari Jonathan Herman dan Andrea Berloff punya agenda untuk mengangkat tragedi AIDS yang dialami Eazy-E dan melihat bagaimana wanita ditampilkan dalam film ini, saya rasa ia takkan meninggalkan kesan yang baik bagi penonton tertentu. Namun hal ini tidak mengurangi esensi komentar sosial yang disampaikan anak-anak Compton ini dengan begitu gamblang dan blak-blakan; sindiran yang tetap relevan, bahkan hingga 2 dekade kemudian. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem

'Straight Outta Compton' |
|

IMDb | Rottentomatoes
147 menit | Dewasa

Sutradara F. Gary Gray
Penulis Jonathan Herman, Andrea Berloff
Pemain O'Shea Jackson, Jr., Corey Hawkins, Jason Mitchell

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top