0

Review Film: 'Zootopia' (2016)

Dalam 'Zootopia', karakter hewan yang dimanusiakan bukan hanya menjadi gimmick untuk lucu-lucuan semata tapi juga menjadi basis untuk mengangkat isu sosial seperti diskriminasi gender dan ras, tanpa pernah terkesan menggurui atau terlalu serius.

“In Zootopia, anyone can be anything.”
— Nick Wilde
Saya penasaran apa yang dimakan karnivora dalam semesta Zootopia. Saat semua hewan — karnivora, herbivora dan omnivora — hidup berdampingan, bagaimana dengan mekanisme rantai makanan? Tak masalah bagi herbivora dan omnivora, tapi bagaimana dengan hewan predator? Dapat daging darimana? Mangsa mereka kan warga sipil yang punya hak setara?

Anda boleh curiga saya hanya ingin memanjang-manjangkan tulisan atau kehabisan ide untuk memulai ulasan, namun pertanyaan ini menjadi esensial ketika plot utama dari filmnya adalah mengenai permasalahan dua "strata sosial" tersebut.

Bagaimanapun, logika di atas tak begitu mengganggu saat anda menyaksikan animasi terbaru dari Disney ini. Zootopia adalah animasi yang ringan, cerdas dan bermakna, khas film klasik Disney. Disini, karakter hewan yang dimanusiakan bukan hanya menjadi gimmick untuk lucu-lucuan semata tapi juga menjadi basis untuk mengangkat isu sosial seperti diskriminasi gender dan ras, tanpa pernah terkesan menggurui atau terlalu serius. Disney cukup berani menyuguhkan alegori sekaliber Pixar.

Dalam dunia Zootopia, semua spesies hewan hidup dengan harmonis (kecuali Homo Sapiens tentu saja). Mereka bersikap layaknya manusia; memakai pakaian yang layak, membangun peradaban dan memberi kontribusi bagi kemanusiaan errr... kehewanan sesuai peran masing-masing. Jadi biasa saja melihat marmut ngantor di Wall Street, gajah menjual es krim, berang-berang bekerja konstruksi atau kungkang yang bertugas mengurus surat kendaraan di Departemen Kendaraan Bermotor (yang terakhir digunakan untuk tujuan komedi).


Berangkat dari latar belakang keluarga petani, Judy Hopps (Ginnifer Goodwin) menjadi kelinci pertama yang berhasil masuk ke Departemen Kepolisian Zootopia. Karena anda belum pernah berkunjung ke Zootopia, perlu saya informasikan bahwa kepolisian disana tak jauh berbeda dengan di dunia nyata, dimana dipenuhi oleh makhluk testosteron yang brutal dan liar (i.e. badak, serigala, singa, kuda nil, dll), sementara betina dipandang sebelah mata, apalagi yang berukuran kecil seperti kelinci.

Alasan ini pula yang membuat Kapten Bogo (Idris Elba) hanya menugaskan Judy sebagai petugas parkir; sama sekali menafikan fakta bahwa Judy adalah lulusan terbaik di angkatannya. Oleh karena itu, berbekal kenekatan, Judy mempertaruhkan karirnya untuk memecahkan kasus hilangnya seorang errr... seekor berang-berang. Karena ada tak polisi lain yang mau membantu, ia "meminta" seekor rubah, Nick Wilde (Jason Bateman) — merupakan penipu yang lihai — untuk menjadi partner sementaranya.

Film ini bukan berjudul "Judy Hopps & Nick Wilde: Petualangan Mencari Berang-Berang". "Zootopia" sebenarnya adalah judul yang tepat, karena meskipun tokoh utama kita adalah dua nama di atas, tapi premis utamanya adalah dinamika dari kotanya sendiri, mirip dengan yang terjadi dalam Chinatown-nya Roman Polanski. Naskah dari Jared Bush dan Phil Johnston yang diangkat oleh sutradara Byron Howard dan Rich Moore beratmosfer neo-noir, dimana misterinya dibuat berlapis-lapis dan melibatkan konspirasi birokrasi, namun tetap dalam taraf ringan yang gampang dicerna.

Pemecahan misteri ini membawa Nick berkeliling Zootopia dan bertemu dengan berbagai macam karakter seperti Mr. Big (Maurice LaMarche) — yang akan mengingatkan anda pada Don Corleone — Duke Weaselton (Alan Tudyk), si musang pencuri; serta grup naturalis eksentrik yang dipimpin oleh Yax (Tommy Chong). Satu sekuen yang menarik adalah ketika Judy melakukan pengejaran hingga ke kota mini yang didiami oleh mamalia pengerat mungil. Saya tak ingin memperdebatkan rasio ukuran tubuh hewan, tapi saya pikir para animatornya mengusahakannya seakurat mungkin.

Seperti biasa, Disney piawai membangun semesta dalam filmnya. Kita akan melihat berbagai bagian dari Zootopia seperti tundra, hutan hujan, gurun, dll, yang disajikan dengan grafis mengagumkan. Film ini layak ditonton berulang-ulang agar tak melewatkan detil-detil kecil.

Sulih suara yang enerjik dari Goodwin dan Bateman menciptakan chemistry yang cukup kuat bagi Judy dan Nick. Animasinya berwarna-warni dengan karakter yang imut akan memanjakan penonton-penonton kecil. Ada cukup banyak aksi dan humor yang disajikan yang akan menjaga mereka agar tak rewel di kursi, namun alegori, pesan moral dan referensi budaya pop tentu akan lebih diapresiasi oleh penonton yang lebih tua. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Zootopia' |
|

IMDb | Rottentomatoes
108 menit | Semua Umur

Sutradara Byron Howard, Rich Moore, Jared Bush
Penulis Jared Bush, Phil Johnston
Pemain Ginnifer Goodwin, Jason Bateman, Idris Elba

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top