0

Review Film: 'The Secret Life of Pets' (2016)

'The Secret Life of Pets' tidaklah seorisinal, sedalam atau semenyentuh produk Pixar, namun kelucuannya sulit disangkal.

“I got big plans. I'm gonna sit here and I'm gonna wait for Katie to come back.”
— Max
Pernah membayangkan apa yang akan dilakukan oleh binatang peliharaan anda saat anda meninggalkan mereka di rumah? Dalam film animasi terbaru dari Illumination Entertainment ini, jawaban dari pertanyaan tersebut ternyata lebih liar daripada imajinasi kita. Mungkinkah mereka akan saling bersosialisasi dalam bahasa Inggris, bertingkah secerdas manusia, beraksi layaknya master kungfu atau terlibat kejar-kejaran mobil dan konspirasi besar bawah tanah hingga menimbulkan kehebohan massa di Jembatan Brooklyn?

Banyak yang menyebut The Secret Life of Pets sebagai "Toy Story with pets". Mainan diganti dengan hewan peliharaan. Basis narasi dan karakterisasinya memang mirip, dimana bercerita tentang dua rival serta berbagai karakter colorful yang terlibat pertualangan di dunia yang berada di luar zona nyaman mereka bersama sang pemilik. Film ini tidaklah seorisinal, sedalam atau semenyentuh produk Pixar, namun kelucuannya sulit disangkal. Tohokan emosional dikompensasi dengan lelucon yang enerjik. Visualnya tak inventif, namun palet warna dan teksturnya enak dilihat.


Illumination adalah studio yang bertanggung jawab membawa Minions — makhluk kuning dungu nan kocak yang menjadi sidekick dalam film Despicable Me — ke dalam sorotan utama dalam film solo. Mereka menghibur dalam dosis kecil namun menjengkelkan saat berlebihan. Dalam The Secret Life of Pets, karakter-karakternya yang imut tetap berada dalam mode menggemaskan sepanjang film dan mereka dihidupkan dengan sulih suara yang solid.

Narator kita adalah Max (Louis C.K.), seekor anjing terrier mungil yang rencana terbesar hariannya adalah menunggu sang majikan, Katie (Ellie Kemper) pulang ke rumah dan bermain dengannya. Untuk mengisi waktu, Max sesekali bercengkerama dengan tetangganya sesama hewan peliharaan: Gidget (Jenny Slate), anjing Pomerian kecil yang tampaknya punya perasaan pada Max; Mel (Bobby Moynihan), bulldog hiperaktif yang tak begitu cerdas; Chloe (Lake Bell) kucing gendut yang pemalas; serta beberapa hewan lainnya.

Keseharian Max yang nyaman dan bahagia tersebut terganggu karena Katie tiba-tiba membawa pulang seekor anjing besar bernama Duke (Eric Stonestreet). Max tak ingin dimadu sementara Duke ingin mengambil tempat di rumah barunya. Rivalitas ini mengantarkan mereka tersasar di jalanan New York. Namun musuh terbesar bukanlah para penangkap hewan, melainkan geng pemberontak yang dipimpin oleh kelinci imut bermulut jorok, Snowball (Kevin Hart). Terdiri dari hewan peliharaan terbuang yang cukup seram seperti ular, monyet, buaya hingga babi bertato, ambisi mereka adalah mengambil alih dunia atas dari manusia.

Sembari Max dan Duke mencari jalan pulang, Gidget mengumpulkan kru untuk menyelamatkan mereka, diantaranya elang bernama Tiberius (Albert Brooks) yang harus menahan nafsu predatornya serta Pops (Dana Carvey), anjing uzur yang bergerak saja susah. Ada beberapa adegan aksi yang ditujukan untuk menambah keseruan, namun The Secret Life of Pets lebih menarik saat menyuguhkan komedi ringan yang ternyata lebih kocak daripada perkiraan saya. Momen terbaik adalah beberapa yang sudah diperlihatkan dalam trailernya, yaitu saat peliharaan ini menggila ketika majikan mereka tak ada. Misalnya anjing pudel yang hobi mendengar lagu metal atau anjing dachschund yang berelaksasi dengan mixer kue. Ada pula sight gags tentang stereotipe seperti anjing yang lebih polos (dibanding kucing yang apatis) serta kucing yang hobi mengejar laser.

Meski desain karakternya bagus dan mencolok, kepribadian mereka tak begitu berkesan, sebagaimana filmnya. Pun demikian, sutradara Chris Renaud dan Yarrow Cheney punya komoditas pengisi suara yang sangat tepat. Peran ini tampaknya benar-benar disesuaikan dengan karakteristik mereka. Louis C.K., Stonestreet dan Slate adalah protagonis yang gampang disukai. Belum ada wadah yang lebih tepat dan sangat kocak bagi cerocosan Hart yang eksplosif dan vulgar kecuali dalam karakter Snowball. Kepribadiannya yang kontras tampilan fisik memberikan kelucuan tersendiri.

Film ini menghibur bagi saya dan melihat respon dari para penonton cilik, saya yakin ia juga akan menghibur bagi anak-anak. Mungkin memang ada beberapa bagian yang cukup kelam dan mengerikan khususnya adegan di gorong-gorong, tapi saya rasa takkan begitu masalah mengingat level toleransi anak-anak jaman sekarang yang sudah lebih tinggi. Ada pula beberapa referensi yang kemungkinan besar akan terlewatkan (adegan "pesta sosis", misalnya), namun mereka akan teralihkan dengan cerita yang bergerak cukup cepat, gambar yang cerah serta plot ringan berisi banyak lelucon namun tetap seru untuk ditonton.

The Secret Life of Pets adalah animasi yang forgettable dan tidak mengeksplorasi potensi premisnya lebih dalam. Seperti halnya bersama hewan peliharaan, "quality time" seringkali hanyalah menyaksikan mereka bertingkah lucu dan menggemaskan. Dan kita tahu ini tak ada manfaatnya selain untuk menghibur.

Catatan: The Secret Life of Pets dibuka dengan film pendek mengenai Minions yang berusaha mencari duit untuk membeli blender. Sama seperti film solo mereka, tingkah polah makhluk kuning ini menyenangkan jika dilihat dalam dosis terbatas. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'The Secret Life of Pets' |
|

IMDb | Rottentomatoes
90 menit | Semua Umur

Sutradara Chris Renaud, Yarrow Cheney
Penulis Brian Lynch, Cinco Paul, Ken Daurio
Pemain Louis C.K., Eric Stonestreet, Kevin Hart

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top