0

Review Film: 'Your Name.' / 'Kimi No Na Wa.' (2016)

'Your Name' bukan saja ANIME terbaik, melainkan ANIMASI terbaik tahun ini. Hell, 'Your Name' bahkan adalah salah satu film terbaik tahun ini.

"I'm always searching for something."
— Taki
Segera setelah saya selesai menyaksikan Your Name (Kimi No Na Wa), film terbaru dari Makoto Shinkai, seorang kolega saya yang tak ikut menonton meminta saya untuk menggambarkan seperti apa filmnya. Sebagai seorang movie-blogger (meski bukan yang profesional), saya biasanya mahir dalam hal ini. Namun saya kesulitan untuk menjelaskan Your Name. Mungkin karena kurang perbedaharaan kosakata, tapi saya cukup yakin film ini memang sulit untuk digambarkan dengan konkrit. Your Name adalah film spesial yang ke-spesial-annya lebih baik dialami dan dirasakan daripada diceritakan.

Film ini punya daya tarik masing-masing bagi setiap generasi pecinta film, baik yang muda maupun yang sudah berumur. Jadi tak mengherankan jika ia sukses besar secara komersil. Jangan khawatir non-penggemar anime, film ini tetap akan berdampak pada anda. Di Jepang, Your Name adalah film dengan pendapatan tertinggi tahun ini sekaligus menduduki peringkat keempat film terlaris sepanjang masa disana. Rekor jawara masih dipegang oleh Spirited Away-nya Hayao Miyazaki, namun film Shinkai ini sudah menjadi monster box office dengan melewati Howl's Moving Castle, mematahkan konsepsi bahwa hanya film-film Ghibli yang bisa meraih milyaran yen di bioskop.


Shinkai kerap disebut sebagai "the new Miyazaki" dan ini tak keliru, tak hanya dari segi komersil tapi juga sisi kreatif. Mereka sama-sama menyirami mata kita dengan ledakan animasi yang memanjakan mata, tanpa melupakan pondasi emosional. Meski demikian, mereka memesona dengan cara masing-masing. Jika Miyazaki kita identikkan dengan kata "imajinasi", maka Shinkai adalah "keindahan". Your Name adalah keindahan visual dan naratif. Ia dibangun dengan gambar-gambar cantik yang realistis-tapi-dreamy dan di saat bersamaan, mengikat kita dengan melankoli pengaduk emosi dari dua karakter utamanya. Mitsuha dan Taki merupakan dua karakter anime paling nyata sekaligus pembuat baper paling sukses tahun ini.

Setelah dibuka dengan adegan komet yang melintasi langit, diceritakan bahwa Mitsuha (Mone Kamishiraishi) adalah gadis SMA yang tinggal di desa Itomori yang memegang erat tradisi leluhur. Taki (Ryuunosuke Kamiki) adalah remaja Tokyo yang suka nongkrong di kafe dan kerja paruh waktu di restoran Italia. Suatu hari, Taki terbangun dalam tubuh Mitsuha, begitu juga sebaliknya. Awalnya mereka pikir ini hanyalah lucid dream, tapi ternyata mereka benar-benar berganti tubuh selama sehari. Peristiwa yang terjadi berkali-kali ini memancing momen kocak (termasuk lelucon berulang mengenai Taki yang doyan memegang "dada baru"-nya), apalagi saat keluarga dan teman masing-masing menyadari perubahan perilaku mendadak mereka.

Mereka mencoba saling berkomunikasi melalui catatan atau ponsel, tapi tak bisa mengingat nama satu sama lain keesokan harinya. Bagian ini lucu dan menghibur, hingga tiba saat dimana mereka merasa (mungkin) sudah saling jatuh cinta. Mereka harus bertemu namun ini tak segampang kedengarannya, karena Taki berada sangat jauh dari Mitsuha; begitu jauh hingga kita sendiri tak yakin apakah mereka bisa bertemu di akhir. Pencarian Taki hanya bermodal sketsa sebuah danau yang susah payah diingatnya. Film ini menampilkan banyak karakter pendukung, namun cerita tetap fokus pada Mitsuha dan Taki. Karakter-karakter pendukung ini menjadi pengaya bagi kompleksitas karakterisasi mereka.

Sebagaimana terlihat dari karya-karyanya termasuk Voices of a Distant Star dan 5 cm Per Second, Shinkai memang jagonya membuat melodrama tentang cinta yang dipisahkan oleh jarak dan waktu. Ia bermain-main dengan ekspektasi dan harapan penonton. Kita tak melihat langsung keintiman Mitsuha dan Taki, tapi kita bisa merasakan bahwa mereka jauh lebih dekat dibanding pasangan manapun. Bagaimana mereka bisa bersatu jika punya tempat tinggal yang berbeda dan hidup yang berbeda?

Ada tema kultural dan mistis yang terjalin kuat bersama plot utama mengenai kisah cinta LDR dari Your Name. Tiga istilah penting dalam film: "Musubi", "Kuchikamisake" dan "Katawaredoki" terkesan tak relevan saat pertama kali kita mendengarnya, namun ketika karakter kita membutuhkan keajaiban, tanpa ragu kita segera mempercayainya.

Mengungkap cerita lebih jauh dari ini mungkin akan membuat anda membenci saya, karena hal tersebut akan merusak kenikmatan anda yang berencana menonton. Jadi, saya hanya akan bilang bahwa takdir keduanya melibatkan arus waktu, komet yang membelah langit serta kota yang hilang. Twist utamanya berada di pertengahan film, namun Your Name takkan berhenti untuk mengejutkan kita setelah itu. Ceritanya sangat kompleks — film ini adalah komedi body-swapping + romansa + fantasi + sci-fi perjalanan waktu + disaster movie — dan mungkin di atas kertas materinya terlihat terlalu banyak, tapi sungguh sebuah keterampilan bercerita dari Shinkai yang membuat beberapa tali plotnya mengalir dengan mulus. "Musubi" secara sederhana berarti "jalinan" dan Shinkai mempresentasikan "Musubi"-nya dengan sempurna.

Shinkai suka mempertunjukkan potongan-potongan gambar menawan untuk menangkap ambiens dan mood dari adegan individualnya, entah itu aliran sungai, daun yang jatuh, goresan pensil di kanvas, atau sinar matahari yang menembus hijaunya pepohohan. Framing-nya cantik, menciptakan kesan puitis. Salah satunya adalah saat Taki/Mitsuha mengunjungi makam Dewa Kuil yang terletak di tengah bekas jatuhan meteor. Atau saat matahari sore menyinari danau Itomori, membuatnya terlihat seperti berlian. Lihat pula bagaimana Shinkai mencipta sekuens penampakan komet yang menjadi titik balik cerita dengan warna aurora di tenagh langit malam yang terlihat dari beberapa penjuru Jepang. Sebagian besar latar belakang diambil dari lokasi sungguhan. Detilnya kaya, menggabungkan animasi guratan tangan dengan CG, tapi anda mungkin akan melewatkannya, karena perkembangan ceritanya jauh lebih menyesakkan dada. Semua itu didukung dengan lagu pop enerjik dari band Radwimps yang mampu memperkuat sentimentalitas tiap adegan.

Film ini memberikan sebuah pengalaman sinematis yang kuat. Memang tak segalau 5 cm Per Second yang di atas kertas merupakan anti-Your Name, namun tak bisa dibilang bahwa dampak emosional yang diberikannya lebih ringan. Ini bukan produk yang dikhususkan bagi penggemar anime belaka. Filmnya komikal, namun menyentuh romantisme serius yang akan mempermainkan perasaan. Your Name bukan saja ANIME terbaik di 2016. Saya telah menonton banyak animasi di 2016 dan saya menyimpulkan bahwa Your Name adalah ANIMASI terbaik tahun ini. Hell, Your Name bahkan adalah salah satu film terbaik tahun ini. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Your Name' / 'Kimi No Na Wa' |
|

IMDb | Rottentomatoes
97 menit | Remaja

Sutradara Makoto Shinkai
Penulis Makoto Shinkai
Pemain Ryunosuke Kamiki, Mone Kamishiraishi, Masami Nagasawa

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top