0

Review Film: 'The Edge of Seventeen' (2016)

Hailee Steinfeld ingin bunuh diri gara-gara tak sengaja mengirim SMS vulgar pada gebetannya. Namun ia akan segera memperoleh pelajaran berharga bahwa hidup lebih dari sekadar galau.

"There are two types of people in the world: The people who naturally excel at life. And the people who hope all those people die in a big explosion.”
— Nadine
Seperti protagonisnya, The Edge of Seventeen itu edgy, cerdas dan berani. Terlalu banyak film remaja kekinian yang memotret remaja tak seperti remaja pada umumnya, dan ini dia film yang benar-benar terasa seperti film remaja. The Edge of Seventeen menyuguhkan usaha yang natural untuk memperlihatkan remaja yang bakal dikenali oleh penonton remaja atau yang pernah remaja. Kita melihat tokoh utamanya, Nadine sebagai karakter standar film remaja, namun semua yang dirasakannya, yang dilakukannya terasa begitu familiar.


Saya yakin anda ingat bahwa saat remaja dulu kita seringkali galau dan frustasi gara-gara hal receh. Semua hal sederhana terasa begitu rumit, semua peristiwa entah itu besar atau kecil adalah drama, hingga kita mengenal dunia nyata dan kehidupan dewasa. Di awal film, kita melihat Nadine mengadu pada gurunya karena ia berniat bunuh diri. Persoalannya tentu saja soal pergaulan, karena bagi remaja puber, pergaulan lebih penting daripada kampanye capres. Ternyata sang guru, Pak Bruner (Woody Harrelson) tak ambil pusing dan juga baru saja selesai menulis wasiat bunuh diri pribadinya.

Nadine tak berbeda dibanding remaja wanita kebanyakan (kecuali wajahnya yang sangat mirip dengan Hailee Steinfeld). Saat merasakan sesuatu yang buruk, ia menunjukkan perasaannya dengan blak-blakan. Ia khawatir dengan siapa ia nongkrong atau bagaimana penampilannya. Namun ia cukup pintar untuk tak mengikuti gaya orang. Ia punya gaya sendiri, meski begitu ia masih merasa insecure. Ia merasa tak punya tempat dimanapun.

Untungnya, ia punya sobat karib bernama Krista (Haley Lu Richardson) yang sudah berteman dengannya sedari kecil. Selain dari itu, dunia adalah musuh Nadine. Ibu Nadine, Mona (Kyra Sedgwick) lebih sibuk dengan urusan kantor dan asmaranya sendiri karena sang suami, ayah Nadine telah meninggal beberapa tahun yang lalu akibat sakit jantung. Sang kakak yang selalu jadi lawan berantemnya, Darian (Blake Jenner) adalah pria ganteng dan atletis yang menjadi idola di sekolah. Kehidupannya begitu sempurna hingga aku tertutupi bayangannya, pikir Nadine.

Suatu malam, saat ibunya pergi kencan, Nadine dan Krista bersenang-senang di rumah, lalu terjadilah sesuatu yang bagi Nadine setara dengan kiamat: Krista tergoda dengan pesona Darian dan mereka tidur bareng. WUTT! Musuh bebuyutan menjalin asmara dengan satu-satunya aliansi?! Nadine mengancam, "Pilih aku atau dia?" dan ini adalah ancaman yang salah.

Satu-satunya hal lain yang dipedulikan Nadine adalah eksistensi Nick (Alexander Calvert) yang begitu gagah, mempesona dan keren hingga Nadine bersyukur pada Tuhan karena telah menciptakan pria seseksi itu. Nadine juga tahu bahwa teman sebelah bangkunya, Erwin (Hayden Szeto) naksir padanya. Nadine meladeni usaha pedekate Erwin, namun ia masih memfantasikan Nick.

Akibat emosi dan kecerobohon, Nadine tak sengaja mengirim SMS vulgar kepada Nick, lalu kembalilah kita ke awal plot. Ia minta pertolongan pada Pak Bruner yang sering dioloknya, entah itu soal gaji guru yang kecil atau kepala yang botak. Remaja memang suka sok tahu. Nadine mengira ia mengerti betapa menjemukannya kehidupan Pak Brunner. Namun sekarang, ia disini, di ruang kelas meminta bantuan Pak Bruner, mengganggu jadwal istirahat dan makan siangnya.

Hubungan mereka unik. Mereka punya level sarkasme setara, dan bolak balik melempar celutukan cerdas nan lucu. Nadine tampaknya sama sekali tak hormat pada Pak Bruner yang terlihat juga tak ambil pusing soal perilaku siswinya ini. Namun mungkin memang inilah yang paling dibutuhkan Nadine. Bruner memberikan pelajaran hidup yang esensial bukan secara verbal, melainkan melalui pengertian dan tindakannya yang terselubung dari sikap yang acuh tak acuh. Jika ingin mendengar ocehan, Nadine bisa datang ke ibunya sendiri.

Film ini ditulis dan disutradarai oleh sineas debutan Kelly Fremon Craig, yang saya yakin benar-benar mengerti seorang gadis luar dalam, karena ia sendiri adalah seorang wanita. Meski sangat relatable, film ini tak bergaya naturalistis (seperti The Spectacular Now misalnya), namun lebih komikal ala film-film klasik John Hughes seperti Sixteen Candles atau The Breakfast Club. Filmnya segar dan riang, dan semua pemain remajanya bersikap dan berdandan seperti layaknya remaja. Namun ia juga berani (film ini berating "R"/"Dewasa"); ada banyak sumpah serapah dan saat Nadine akan mengalami hubungan seks pertamanya, film ini tak ragu-ragu.

Sebagai Nadine, Steinfeld adalah karakter remaja yang lumayan kompleks. Ia kurang ajar penuh ledakan hormon tapi sensitif. Nadine bukan remaja yang sempurna, dan Steinfeld cocok dengan perannya effortlessly. Ia bisa terlihat galau, genit, gugup, konyol, cemburu dan semua terlihat natural. Di satu waktu ia begitu sinis seolah tak peduli apapun, namun kita bisa melihat keiriannya saat melihat Krista nongkrong bersama anak-anak gaul. Craig juga sedikit memelintir stereotipe lewat karakter Erwin yang cupu tapi tak culun-culun amat. Szeto dengan mantap menyeimbangkan karakter Erwin yang canggung dengan karisma hangat yang membuatnya cute.

Saya suka bagaimana filmnya tak harus memasukkan kisah romansa ke dalam plot. Ya, film ini memang punya subplot asmara, namun bukan semata-mata demi romansa. Tak penting bagi kita jika mereka bercumbu atau berhubungan seks. Tujuannya merupakan bagian dari cara Nadine untuk memahami dinamika kehidupan; jalur yang harus dilaluinya untuk berpindah ke dunia dewasa. Saat konflik terpendam Nadine dan kakaknya pecah, film ini bergerak ke arah yang lebih dalam tanpa terkesan memaksakan.

Plotnya seperti obrolan remaja yang ngalor ngidul seolah tak tentu arah, namun mengalir dengan lancar. The Edge of Seventeen adalah film remaja yang lucu sekaligus cerdas, dan punya pesan moral juga. Jika ada yang membuat daftar film remaja yang wajib ditonton oleh remaja, maka film ini seharusnya merupakan salah satu yang berada di peringkat atas. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'The Edge of Seventeen' |
|

IMDb | Rottentomatoes
104 menit | Remaja - BO

SutradaraKelly Fremon Craig
Penulis Kelly Fremon Craig
Pemain Hailee Steinfeld, Woody Harrelson, Blake Jenner

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top