0

Review Film: 'Rings' (2017)

Hantu Samara tak mau ketinggalan jaman; ia sekarang menebar teror yang tak menyeramkan lewat file komputer.

“Seven days.”
— Samara
Memang absurd dan tak masuk akal sama sekali, namun saya ingat dulu saya selalu bergidik saat menyaksikan hantu gadis berambut panjang merangkak keluar dari layar televisi, baik dalam film Ringu-nya Hideo Nakata maupun remake versi Hollywoodnya, The Ring besutan Gore Verbinski. Momen tersebut tampak benar-benar menyeramkan, alih-alih menggelikan, hingga saya tak begitu peduli dengan logika. Namun saat menonton adegan yang mirip dalam Rings, saya dibuat sadar bahwa ini memang absurd, tak usah didebat lagi.


Mungkinkah karena saya yang sekarang sudah imun dengan adegan horor? Boleh jadi. Namun bisa jadi pula karena terornya memang tak lagi seram. Video VHS yang menghantui orang dalam The Ring buram dan punya kualitas seadanya yang menciptakan kesan mengerikan. Asal usulnya misterius. Di era digital, hampir semua orang bisa membuat video apapun, apalagi setan.

Yup. Hantu Samara tak mau ketinggalan jaman. Ia sekarang meneror bukan saja lewat video VHS, melainkan lewat file komputer. Bayangkan seandainya ada yang mengirim file tersebut kepada ratusan teman mereka. Cerita Rings, sayangnya lebih berfokus pada usaha untuk menguak (lagi) masa lalu Samara. Jika anda merasa ini mirip dengan film pertama, well, film ini punya detil tambahan dan sedikit belokan cerita sehingga kita bisa melupakan The Ring Two.

Adegan pembuka di sebuah pesawat mengingatkan kita kembali akan konsekuensi menonton videonya. Sehabis menonton, anda akan mendapat telepon misterius yang memberitahu bahwa anda hanya punya waktu 7 hari untuk hidup. Ini adalah hari yang dimaksud bagi seorang penumpang, dan ia belum sempat menyebarkan video itu kepada orang lain untuk menghindari kutukan. Jangan lupa, bangku penumpang pesawat dilengkapi televisi mini. Anda pikir Samara tak muat di monitor kecil? Samara tak pilih-pilih.

Video ini jatuh ke tangan seorang dosen, Gabriel (Johnny Galecki) yang mendapati pemutar VCR dari puing-puing pesawat yang jatuh dua tahun silam (jangan dibahas). Ia manut dengan perintah "Watch Me" yang menempel di kaset. Apa yang akan terjadi dengannya? Kita belum akan tahu, namun ia baik-baik saja ketika Julia (Matilda Lutz) ingin mencari info soal pacarnya yang hilang, Holt (Alex Roe) yang merupakan salah satu mahasiswa Gabriel.

Julia ingin mengetahui keberadaan Holt, karena di malam mereka akan ber-SkypeSex, tiba-tiba muncul seorang gadis tak jelas di kamar kosan Holt yang berteriak tak karuan. Julia stres karena SMS-nya tak dibalas. Jika dalam The Ring kita dibuat peduli dengan dinamika antara karakter Naomi Watts dengan anaknya hingga mengkhawatirkan keselamatan mereka, karakter dalam Rings datar. Logikanya adalah logika remaja pubertas yang mengganggap pacar adalah segalanya. Julia bahkan rela berkorban agar Holt bisa hidup, padahal ia baru saja selamat dari tipuan salah satu mahasiswa Gabriel yang menjebaknya menonton video.

Rings seakan hendak menyentuh ranah sains. Gabriel sengaja menyebarkan video ini kepada mahasiswanya demi meneliti tentang keabadian dan dunia gaib. Mereka tak perlu khawatir akan mati karena Gabriel akan mencari tumbal berikutnya sehingga kutukan akan berpindah ke orang baru dan begitu seterusnya. Terdengar seperti permainan yang aman, namun tentu saja ini tak berjalan lancar karena kita berada dalam film horor.

Tim penulis naskah lumayan bisa menemukan cara untuk menemukan cerita baru sekaligus memberi set-up bagi sekuel-sekuel berikutnya (jika yang ini sukses), meski harus diakui, mereka masih menggunakan formula plot yang sama dengan film pertama. Julia dan Holt pergi ke sebuah desa terpencil untuk menguak misteri tentang Samara sembari berharap ini bisa membuat kutukannya hilang. Julia mendapati potongan video baru dalam video lama Samara yang sepertinya berisi petunjuk yang juga berhubungan dengan hilangnya seorang "kembang desa" 30 tahun yang lalu. Ini mengantarkan mereka kepada seorang penjaga makam lokal yang buta, yang tentu saja punya peran penting mengingat ia diperankan oleh Vincent D'Onofrio.

Cerita terus berjalan dengan eksposisi yang lumayan banyak di setiap momennya. Samara baru akan muncul dalam tujuh hari, sehingga setidaknya Julia akan aman dari gangguan seminggu ke depan. Untuk mengkompensasi ketiadaan teror ini, sutradara F. Javier Gutierrez menyelipkan berbagai adegan inkonsekuensial seperti kilasan mimpi buruk, halusinasi atau serangga yang bergerombol untuk memantik rasa ngeri.

Sejujurnya, saya lumayan tertarik dengan cerita dan misterinya. Rings menawarkan penjelasan bagi yang ingin tahu soal Samara lebih dari sekedar ia jadi hantu gara-gara perlakuan keji semasa kecil. Namun film ini tak mampu menciptakan kengerian yang efektif. Ia gagal untuk membuat takut. Bukan hal bagus saat sebuah film genre tak berhasil melakukan spesialisasinya. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Rings' |
|

IMDb | Rottentomatoes
102 menit | Remaja - BO

Sutradara F. Javier Gutiérrez
Penulis Akiva Goldsman, Jacob Aaron Estes, David Loucka
Pemain Matilda Lutz, Alex Roe, Johnny Galecki

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top