0

Review Film: 'Aftermath' (2017)

Arnold Schwarzenegger tampil lumayan dalam 'Aftermath' yang meditatif tapi terlalu dangkal.

"Look at this photo. I would like for someone to say that they're sorry for killing my family."
— Roman Melnyk
Aftermath adalah satu lagi film setelah Maggie yang bisa ditonton jika anda ingin menyaksikan Arnold Schwarzenegger bukan sebagai bintang film aksi, namun sebagai aktor drama. Film ini mengenai kecelakaan pesawat, namun sebagaimana judul, ia lebih berfokus pada "aftermath", dampak pasca kecelakaan terhadap orang-orang yang tak berhubungan langsung dengan kecelakaan tersebut. Arnold tampaknya ingin membuktikan bahwa ia bisa berakting serius. Hasilnya relatif, tapi yang jelas tak semua orang sanggup memaklumi betapa pelan, suram dan generiknya film ini.


Ceritanya terinspirasi dari kisah nyata kecelakaan Uberlingen, Jerman pada tahun 2002, dimana dua pesawat bertabrakan di udara dan menewaskan semua penumpang. Sekitar dua tahun kemudian, mantan karyawan yang bertugas di menara kontrol waktu itu dibunuh oleh seorang pria yang keluarganya tewas dalam kecelakaan tersebut. Apakah film ini akan mengambil jalur penceritaan yang sama? Itu suspense-nya, atau saya lebih suka bilang, itu yang membuat saya tetap terjaga untuk menyaksikan sampai akhir.

Aftermath diceritakan dari dua sudut pandang kehidupan yang berbeda, yaitu korban dan tersangka, meski tak etis menyebutnya tersangka karena ia adalah korban juga. Satu-satunya tersangka disini adalah pihak yang tak menghargai nyawa. Alur kehidupan tragis kedua pria ini akan disatukan akibat kecelakaan tadi.

Arnold bermain sebagai Roman Melnyk, seorang pekerja konstruksi yang begitu doyan kerja hingga ia masih saja bertugas menjelang hari Natal, tepat sebelum kedatangan istri dan anaknya yang harus diceritakan sedang hamil untuk membuatnya lebih dramatis. Ketika menjemput keduanya di bandara, Roman mendapati kabar buruk: pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan, dan semua penumpang diperkirakan tak ada yang selamat.

Scoot McNairy memerankan Jake Bonaos, petugas menara kontrol yang juga seorang familyman yang hidup nyaman bersama istri (Maggie Grace) dan seorang anak. Ia bertugas sendirian saat kecelakaan terjadi, dimana human error dan kerusakan telpon lah yang memicu semuanya.

Kita kemudian melihat bagaimana kedua pria ini tenggelam dalam duka dan frustrasi. Roman berhenti dari pekerjaannya, dan lebih memilih menghabiskan waktu bermenung atau tidur di makam istri dan anaknya. Ia membawa foto mereka kemana-mana, tak tertarik dengan kompensasi tapi menginginkan permintaan maaf dari pihak-pihak yang terlibat. Jake menjauh dari keluarganya (atau malah sebaliknya?) dan rumahnya dicoreti grafiti "pembunuh", "mati", dsb. Ia mendapat hukuman psikologis, orang tak peduli entah ia korban atau tersangka; harus ada yang dipersalahkan. Satu-satunya kesempatan adalah meninggalkan keluarganya lalu hidup dengan rumah baru, pekerjaan baru, dan nama baru.

Naskahnya ditulis oleh Javier Gullón (Enemy), dan ia sepertinya mengambil pendekatan yang minimalis. Detik-detik kecelakaan disajikan dengan efektif, dimana kita hanya melihatnya lewat monitor. Tak ada adegan kecelakaan di udara, alih-alih kita menyaksikan segitiga perlambang pesawat bertemu di udara secara perlahan.

Film ini bisa menjadi film sederhana-tapi-efektif yang menyampaikan pesan yang tulus tanpa banyak pamer. Sutradara Elliot Lester tampaknya juga ingin memfokuskan kita pada dramanya daripada momen tragedi, namun film tak menggali lebih dalam selain menampilkan penderitaan sehari-hari yang dialami karakternya. Dimensi mereka tak cukup untuk membuat saya peduli dengan mereka. Film ini kehilangan cengkeraman setelah pengenalan karakter.

Dan ini berujung pada Arnold yang lumayan bisa menunjukkan duka dari orang yang kehilangan orang tersayang, namun belum punya range emosi yang luas. Film ini berada di pundaknya dan McNairy yang di lain sisi tampil meyakinkan. Dalam adegan saat pengacara maskapai menawarinya kompensasi, kita hanya sedikit bisa melihat kemurkaan dan kedukaan Roman dari raut muka dan pembawaan Arnold.

Apa yang dialami tokohnya —karena ini berdasar kisah nyata— memang berat, tak perlu dipungkiri lagi. Namun film ini kekurangan tohokan emosional. Aftermath adalah film yang meditatif, namun terlalu dangkal untuk itu. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Aftermath' |
|

IMDb | Rottentomatoes
94 menit | Remaja - BO

Sutradara Elliot Lester
Penulis Javier Gullón
Pemain Arnold Schwarzenegger, Scoot McNairy, Maggie Grace

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top