0

Review Film: 'The Boss Baby' (2017)

Boss Baby tak hanya mengambil alih perhatian Ibu dan Ayah dari Tim, tapi juga harus menyelamatkan masa depan umat manusia dari invasi hewan peliharaan yang imut.

“I will help you, but just to get rid of you.”
— Tim Templeton
Jadi darimana bayi berasal? Ew, bukan lewat cara yang itu. Yang itu menjijikkan. Menurut The Boss Baby, bayi berasal dari langit, diproduksi oleh pabrik bernama BabyCorp yang tak jauh berbeda dengan CornerStore-nya Storks. Bayi yang geli saat digelitik akan dikirim ke keluarga yang membutuhkan, sementara bayi yang tidak, well, ia direkrut menjadi karyawan BabyCorp. Bayi-bayi ini akan didandani dengan jas dan diberi koper serta ruang kerja layaknya karyawan kantoran. Salah satu bayi karyawan tersebut adalah Boss Baby.


Lelucon utama dari The Boss Baby adalah saat bayi mungil yang imut ini bertingkah dewasa dengan dukungan suara Alec Baldwin yang berat. Bagaimana membuat film panjang dari lelucon singkat ini? Dengan memasukkan semuanya, tentu saja. Film ini menggunakan banyak trik dari banyak film animasi lain. The Boss Baby tak punya karakteristik yang akan membuatnya standout, tapi ia punya sejumput elemen disana-sini yang akan memuaskan berbagai penonton di berbagai usia.

Karakter utama kita bukan hanya Boss Baby seorang, melainkan juga Tim Templeton (Miles Bakshi) yang menarasikan langsung kisah masa kecilnya kepada kita lewat suara Tobey Maguire. Bocah 7 tahun ini begitu imajinatif ia membayangkan kegiatan sehari-hari seperti berlari dan bersepeda sebagai sebuah petualangan yang seru, entah itu menaklukkan monster raksasa atau berlayar di tengah badai laut. Di malam hari, Ibu (Lisa Kudrow) dan Ayah (Jimmy Kimmel) mendongengi dan menyanyikannya lagu "Blackbird" dari The Beatles. Tim merasa kehidupannya sempurna sampai ia kedatangan seorang adik dalam wujud... Boss Baby.

Kenapa Ibu dan Ayah tak merasa janggal dengan bayi yang berjas dan membawa koper ini, di luar pemahaman saya. Yang jelas, Boss Baby merebut semua perhatian yang biasa diterima Tim dari Ibu dan Ayah. Boss Baby adalah musuh yang mengancam kebahagian Tim. Tim tahu ada yang tak beres dengan bayi ini, dan ini bukan karena kecemburuannya semata. I mean, he can talk! Apapun itu ia akan mengungkapnya demi menyingkirkan Boss Baby dari rumah.

Hal paling aneh dari Boss Baby bukanlah setelan jasnya, melainkan masalah yang dibawanya. Ternyata, Boss Baby ditugaskan ke bumi untuk mengatasi persoalan berkurangnya rasa sayang yang diterima bayi gara-gara hewan peliharaan. Konspirasi ini melibatkan perusahaan hewan peliharaan bernama Puppy Co yang dipimpin oleh Francis Francis (Steve Buscemi) yang kebetulan adalah bos dari ayah Tim.

Liarnya imajinasi Tim menggiring saya untuk berpikir apakah bayi yang bisa bicara ini hanyalah imajinasi Tim atau benar-benar terjadi. Film ini duduk di antara realisme dan fantasi. Inside Out juga seperti ini, namun konsepnya sangat tegas. The Boss Baby tak mencoba untuk memberi garis yang jelas, jadi ini membuat saya lumayan sulit untuk mencerna filmnya. Saya tak begitu yakin apa yang saya tonton.

Bagian terbaik dari film ini tentu saja adalah paruh awal. Leluconnya mengena karena begitu relatable, misalnya bayi yang boleh dibilang bisa "memperbudak" orangtua serta persaingan-saudara antara Tim dengan Boss Baby. Namun ketika subplot mengenai konspirasi masuk, ia menjadi semakin padat dan semakin menjauh dari premis awalnya yang menjanjikan. Saya lumayan overwhelmed dengan paruh akhirnya yang penuh sesak dan dijalankan dengan plot device berupa sekuens aksi.

Pesan moralnya tentu saja mengenai pentingnya keluarga dan bagaimana menjadi lebih dewasa. Metode penyampaiannya tak subtil, dimana di bagian akhir Tim dan Boss Baby bertukar dialog sentimentil dengan gamblang, dan mungkin memang dimaksudkan demikian karena penontonnya targetnya adalah anak-anak yang sangat muda. Ceritanya diangkat dari buku anak-anak karya Marla Frazee, namun saya yakin penulis naskah Michael McCullers melakukan banyak improvisasi. Film ini mencoba menjadi konyol habis-habisan sekaligus menyentuh, namun keduanya tak tercapai dengan maksimal.

The Boss Baby adalah film animasi yang enak dilihat, dan sutradara Tom McGrath lumayan inventif di beberapa bagian khususnya saat memvisualisasikan imajinasi Tim. Meski demikian, film ini termasuk dalam golongan animasi yang standar. Kita takkan tergugah, namun akan teralihkan oleh banyak hal, entah itu warna-warni yang cerah, referensi pop-culture (Elvis, Gandalf, Indiana Jones, SWAT, dll) atau hanya sekedar bayi imut yang melakukan hal-hal imut. Semua lelucon kecil ini tak selalu berhubungan dengan cerita, namun saya harus mengakui bahwa that baby fart really got me. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'The Boss Baby' |
|

IMDb | Rottentomatoes
98 menit | Semua Umur

Sutradara Tom McGrath
Penulis Michael McCullers (screenplay), Marla Frazee (buku)
Pemain Alec Baldwin, Miles Bakshi, Steve Buscemi
BAGIKAN

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top