0

Respon Sutradara Soal Kritisi Terhadap Setting Amerika ‘Death Note’

Seolah tak ingin kritisi 'Death Note' ini berujung jadi bola panas, sutradara Adam Wingard akhirnya memberikan klarifikasi.

Isu whitewashing senantiasa mengemuka kala Hollywood membuat film live-action yang diadaptasi dari anime Jepang. Apalagi jika anime tersebut sudah mendunia dan memiliki jutaan fans, isu ini semakin kencang bergulir. Menyusul Ghost in the Shell, giliran live-action Death Note yang menghadapi masalah klasik ini.

Isu whitewashing Death Note bermula ketika Nat Wolff ditunjuk memerankan karakter sentral bernama Light Yagami, yang di anime adalah seorang pemuda berkebangsaan Jepang. Namun di filmmnya nanti, karakter tersebut berganti nama menjadi Light Turner, dan perubahan nama ini kabarnya dikarenakan karakter Light Turner berbeda dengan versi anime. Kini mencuat lagi satu polemik menyangkut setting cerita yang dipindah dari Jepang ke Seattle, Amerika Serikat. Tak sedikit fans yang protes terhadap perubahan tempat ini, bahkan sampai menimbulkan dugaan adanya upaya penghapusan budaya Jepang yang sejatinya memang cukup substansial dalam cerita anime Death Note.

Seolah tak ingin kritisi ini berujung jadi bola panas, sutradara Adam Wingard akhirnya memberikan klarifikasi lewat Twitter. Ia menegaskan bahwa dugaan penghapusan budaya Jepang ini tidaklah benar karena live-action besutannya mengusung cerita sama sekali baru yang bersetting di Seattle. Disamping itu, Wingard juga menyamakan perubahan setting ini dengan The Departed yang pada dasarnya adalah remake Internal Affairs dengan setting cerita di Boston. Pada akhirnya, Wingard menyatakan ia tak ingin Death Note miliknya hanya sekedar meniru mentah-mentah versi anime.

Death Note sendiri berkisah seorang pemuda yang punya impian ingin membebaskan dunia dari segala tindak kejahatan. Impian besar ini akhirnya terkabul setelah si pemuda menemukan sebuah buku misterius. Tak main-main, buku milik makhluk supernatural ini bisa membunuh siapa saja asal nama target tertulis di dalamnya. Aksi pemuda ini pun berujung menciptakan fenomena kematian berantai misterius di berbagai belahan dunia yang kemudian menarik perhatian seorang detektif handal.

Dengan animenya yang dianggap masterpiece, tentu akan menjadi tantangan bagi Wingard untuk bisa membuat live-action berating R ini tampil impresif. Rencananya Death Note akan dirilis 25 Agustus 2017 melalui Netflix. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top