0

Tom Cruise Disebut Jadi Kambing Hitam Atas Kegagalan 'The Mummy'

Ambisi Universal untuk memulai Dark Universe dengan 'The Mummy' ternyata harus menuai hasil yang pahit. Lantas, apa yang menyebabkan film Tom Cruise ini berakhir menjadi film blockbuster yang payah?

Ambisi Universal untuk memulai Dark Universe dengan The Mummy ternyata harus menuai hasil yang pahit. Meski terhitung laku keras di internasional dengan mengumpulkan $140, 7 juta, The Mummy masih dinilai flop lantaran di Amerika hanya mampu meraup $38,1 juta, padahal film yang dibintangi Tom Cruise ini dilaporkan menelan budget mendekati $190 juta. Parahnya lagi, The Mummy mendapatkan skor 16% dari situs agregator review Rotten Tomatoes, yang bahkan membuatnya – di atas kertas – lebih buruk dari Suicide Squad. Lantas, apa yang menyebabkan The Mummy berakhir menjadi film blockbuster yang payah?

Menurut sumber Variety, kegagalan yang dialami The Mummy tak lepas dari campur tangan Cruise. Kabarnya, Cruise memiliki kontrol kreatif hampir di setiap sektor film dalam kapasitasnya sebagai produser. Dalam kontraknya, kontrol yang diberikan kepada Cruise cukup krusial karena meliputi izin penggunaan skrip, kebijakan pasca-produksi bahkan sampai strategi marketing dan penetapan tanggal rilis The Mummy. Laporan yang sama juga mengklaim, Alex Kurtzman terpilih sebagai sutradara atas persetujuan Cruise . Namun hal ini masih dipertanyakan lantaran Kurtzman sudah menjadi sutradara sejak pertengahan 2014, sedangkan Cruise baru bergabung akhir 2015.

Kurtzman sendiri sebelumnya lebih dikenal sebagai penulis skrip untuk film-film franchise macam Mission: Impossible III, Transformers, Star Trek, Star Trek Into Darkness dan The Amazing Spider-Man 2. Namun pengalamannya sebagai sutradara dinilai masih minim karena sebelum menggarap proyek sebesar The Mummy, Kurtzman hanya menyutradarai satu film berjudul People Like Us yang mengangkat cerita drama keluarga. Oleh sebab itu, laporan menyebut Kurtzman kesulitan mengatur jalannya proyek The Mummy hingga akhirnya Cruise-lah yang diklaim jadi sutradara yang asli karena ia memantau beberapa adegan action dan sering mengelola proses produksi bagian mikro.

Dominasi Cruise di The Mummy tak berhenti sampai disitu. Kabarnya ia mendatangkan dua rekannya untuk menulis ulang skrip, yaitu Christopher McQuarrie (sutradara Mission: Impossible 6) dan Dylan Kussman (pemain Jack Reacher dan The Mummy versi 1999). Penulisan ulang ini bertujuan untuk memperbesar peran Cruise sebagai Nick Morton, mengingat di skrip awalnya, Nick dan Princess Ahmanet (Sofia Boutella) punya porsi tampil yang setara. Selain itu, para penulis baru ini juga menambahkan twist yang membuat Nick kerasukan agar karakternya lebih dramatis. Cruise juga merekrut editor lamanya, Andrew Mondshein, untuk menyunting bersama Gina dan Paul Hirsch. Kabarnya Cruise menghabiskan banyak waktu di ruang editing, di saat banyak pihat sependapat bahwa film ini tidak bagus.

Universal sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi rumor soal kontrol kreatif Cruise. Mereka menegaskan, Cruise punya komitmen dan dedikasi yang tinggi dalam setiap setiap proyek yang digawanginya. “Dia telah menjadi partner sejati dan rekan berkolaborasi yang kreatif. Dia selalu bertekad memberikan pengalaman menonton terbaik di proyek manapun yang melibatkannya,”papar studio.

Apapun yang terjadi pada The Mummy, Universal juga menyatakan semesta film monsternya akan tetap melangkah maju, dimana film selanjutnya adalah Bride of Frankenstein yang akan tayang Februari 2019. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem
BAGIKAN

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top