0

Review Film: 'Overdrive' (2017)

Film ini adalah 'Gone in 60 Seconds' DENGAN plot. Bukan berarti ini membuat 'Overdrive' menjadi film yang lebih baik.

“Just drive.”
— Andrew Foster
Terkadang kita tak butuh sedemikian banyak plot dalam film, khususnya saat ia berdurasi singkat dan filmnya adalah film mobil-mobilan dimana kita menantikan adegan kejar-kejaran mobil yang lebay. Seolah-olah mobil keren, cewek seksi, dan lokasi eksotis belum cukup saja. Overdrive merupakan film heist tentang mobil-mobilan semacam Gone in 60 Seconds. Namun film ini adalah Gone in 60 Seconds DENGAN plot. Bukan berarti ini membuat Overdrive menjadi film yang lebih baik.

Meski demikian, saya juga takkan menyebut Overdrive sebagai film yang buruk. Adegan kejar-kejarannya, baik melibatkan mobil atau manusia, dirancang dan disorot dengan baik. Mobilnya yang kebanyakan mobil retro sangat cantik, khususnya saat kamerawan mengambil gambarnya dengan close-up dan memakai kontras tinggi, plus slow-motion dari berbagai sudut. Sekuens credit title di awal semacam credit title-nya film James Bond, hanya saja cewek seksi dan pistol diganti dengan mobil klasik. Ini memberi kesan bahwa filmnya lebih baik daripada aslinya.


Scott Eastwood dan Freddie Thorp bermain sebagai Andrew Foster dan Garrett Foster, kakak-adik pencuri mobil yang lihai dan terkenal. Di awal film, mereka berhasil mencuri Bugatti 1937 yang baru saja dimenangkan dalam sebuah lelang mewah. Ternyata, pemiliknya adalah mafia lokal, Morier (Simon Abkarian) yang keji. Saya menekankan "yang keji", karena ia tak ragu menembak anak buahnya. Untuk menyelamatkan nyawa mereka, Foster bersaudara menawarkan bahwa mereka akan mencuri Ferrari 250 GTO milik Max Klemp (Fabian Wolfrom), juga mafia setempat. Mourier setuju karena Max Klemp adalah rival bebuyutannya.

Misi ini sulit, karena Max Klemp sangat hati-hati menyimpan mobilnya. Sudah menjadi kewajiban dalam sebuah film mobil-mobilan manapun, semua karakter harus sangat mengenal mobil dan punya respek yang tinggi terhadapnya. Untuk misi ini, Andrew mengajak pacarnya Stephanie (Ana de Armas), teman Stephanie yang mahir mencopet Devin (Gaia Weiss), dan pakar dinamit Leon (Joshua Fitoussi). Mourier mengutus sepupunya Laurent (Abraham Belaga) untuk ikut di dalam tim demi memastikan agar Fourier tidak mangkir.

Namun menyusup bukanlah hal yang mudah. Max Klemp lebih cerdas dari yang mereka duga, Morier lebih licik dari yang mereka kira, belum lagi ada dua agen Interpol yang mengejar mereka. Jika bicara lebih jauh, saya akan mengungkap beberapa twist dalam film, namun saya bisa beritahu anda bahwa ketiganya akan bertalian menuju twist di akhir yang ada beberapa, karena, begitulah, satu twist saja tidak cukup untuk membuat kita terkesan.

Sedikit mengejutkan mendapati film ini berisi lumayan banyak adegan ngobrol, meski dialognya sendiri berada di level bahasa Inggris dasar. Kita diberitahu sekilas tentang Foster bersaudara yang berencana pensiun dari usaha mencuri mobil, atau bagaimana Andrew yang bermaksud melamar Stephanie. Jadi, saya bersyukur saat kita dibawa ke sekuens aksi yang lumayan menarik walau tak dibilang banyak. Dibanding seri Fast & Furious, sekuens aksi disini terbilang ramah, mungkin karena mobil yang dipakai adalah mobil retro dan mereka tak punya cukup bujet untuk menghancurkannya. Sutradara Antonia Negret sepertinya belajar banyak dari produsernya, Pierre Morel yang pernah memberikan kita film pertama Taken. Tak banyak adegan yang direkayasa dengan CGI, dan kombinasi shaky-cam dengan wide-shot-nya ideal sehingga kita masih bisa mencerna apa yang terjadi.

Jika saya tak salah hitung, film ini hanya berisi 3 ledakan (apalagi satu diantaranya adalah adegan konyol dimana mobil ditabrak oleh bis, melayang di udara, lalu baru meledak beberapa saat kemudian), yang bagi saya cukup karena dikompensasi dengan adegan kejar-kejaran di jalanan sempit di pinggir tebing yang indah. Namun, beberapa kali pikiran saya ngelantur dan bilang "kapan saya bisa pergi ke tempat seperti ini", boleh jadi berarti bahwa film ini tak sedemikian mahir dalam menciptakan ketegangan. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

'Overdrive' |
|

IMDb | Rottentomatoes
93 menit | Remaja

Sutradara Antonio Negret
Penulis Michael Brandt, Derek Haas
Pemain Scott Eastwood, Freddie Thorp, Ana de Armas

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top