0

Film-film 'Saw': Sebuah Kronologi

Bingung dengan kronologi film-film 'Saw'? Menyambut perilisan 'Jigsaw', UlasanPilem sudah menyusun penjelasan ((komprehensif))-nya.

Anda ingat dengan film-film Saw? Yah, mungkin tidak dengan mitologinya yang njelimet, tapi saya yakin, saat mendengar pertanyaan tadi, anda akan langsung terbayang dengan darah, alat penyiksaan, dan boneka konyol-tapi-mengerikan bernama Jigsaw yang mengendarai sepeda roda tiga mini. Film terbarunya yang simply berjudul Jigsaw ternyata akan tayang di Indonesia pada 8 November mendatang. Tanpa sensor.

Mm-hmm. Saya juga tak menduganya. Film-film seperti ini biasanya sangat sulit untuk lulus sensor LSF (karena alasan yang sudah jelas). Menurut kabar dari salah satu forum top tanah air, hanya Saw III dan Saw V yang pernah tayang di bioskop lokal. Tayangnya Jigsaw merupakan sebuah berita yang menggembirakan, mungkin?

Menyambut hal tersebut, saya bermaksud untuk menyegarkan kembali ingatan kita mengenai franchise-nya yang sejauh ini sudah mengeluarkan 7 film setiap tahun tanpa terputus sejak 2004. Awalnya saya berencana menyusun daftar peringkat film Saw dari yang terburuk sampai yang terbaik, seperti yang saya lakukan pada daftar film Spider-Man waktu itu.

Namun kita semua tahu bahwa hanya ada satu film Saw yang bagus, sementara sisanya, uhm, hanya untuk memuaskan dahaga kita akan sekuens berdarah-darah (bahkan kreatornya, James Wan tak mau kembali duduk di kursi sutradara untuk sekuel-sekuelnya). Ini takkan menjadi daftar yang menarik. Jadi saya pikir alangkah lebih banyak manfaatnya jika kita mengurai rententan peristiwa dalam Saw. Hitung-hitung supaya nanti tak begitu terlalu bingung saat menonton Jigsaw.

Anda tak perlu berkecil hati. Wajar jika bingung dengan cerita Saw, apalagi plotnya memang rumit karena melibatkan kejadian lanjutan, paralel, flashback, atau ketiganya sekaligus. Saya kadang juga bingung sendiri. Mitologinya semakin rumit setiap film baru dirilis, karena penulis naskahnya harus berpikir keras mencari cara untuk melebarkan cerita mengingat karakter orisinal Jigsaw sendiri yang mati di Saw III. Spoiler? Ya, daftar ini takkan ragu-ragu dengan spoiler, jadi persiapkan diri anda.

Untuk daftar ini, saya menonton semua film Saw, mengkroscek poin plotnya di IMDb/Wikipedia, lalu menghabiskan waktu tak kurang dari dua jam untuk menyusunnya. Alasannya adalah demi anda, tapi sebagian besar karena saya punya banyak waktu nganggur sih. Secara berurutan, franchise ini dimulai dengan Saw lalu diikuti dengan sekuel yang dengan ((kreatif)) diberi judul Saw II, Saw III, Saw IV, Saw V, Saw VI, dan Saw 3D: The Final Chapter. Benar, awalnya Saw 3D direncanakan sebagai film terakhir, tapi seperti yang kita tahu, Hollywood tak mengenal kata “terakhir” selagi mereknya masih bisa dijual.

Plot dasar di semua film sebenarnya mirip. Orang-orang terbangun di sebuah jebakan mematikan, lalu muncul suara misterius yang memaksa mereka ikut permainan yang akan menentukan apakah mereka bakal mati atau tidak. Tapi kebanyakan mati sih. Biang keroknya adalah John Kramer atau yang kemudian terkenal dengan julukan “Jigsaw Killer”. Saya akan meninggalkan subplot mengenai polisi korup, agen asuransi bengis, penulis bodong, dll yang menjadi “bumbu” dalam setiap film Saw dan hanya akan berfokus pada kronologis cerita yang nyambung dengan grand design franchise-nya.

Dalam Saw pertama, kita diperkenalkan dengan Amanda, seorang korban Jigsaw yang berhasil selamat. Kemudian kita dibawa ke sebuah kamar mandi dimana Jigsaw memasung seorang dokter bernama Dr Gordon bersama Adam yang seorang fotografer. Gordon diperintahkan membunuh Adam, jika tidak istri dan anaknya lah yang akan tewas.

Cerita asal mula karakter Jigsaw sendiri ada di Saw IV. John dulunya adalah insinyur sukses yang rumah tangganya hancur setelah sang istrinya, Jill keguguran gara-gara diserang pecandu narkoba bernama Cecil. Ketika John didiagnosis mengidap kanker mematikan oleh Dr Gordon (dari film pertama), ia melihat betapa banyak orang-orang brengsek yang menyia-nyiakan hidup mereka.

John mencoba bunuh diri (flashback dari Saw II), tapi selamat dan akhirnya menyadari makna haqiqi dari hidup. Lalu, lahirlah “Jigsaw Killer”, pembunuh yang mendesain skenario pembantaian yang mutakhir dan punya ciri khas dimana selalu mengambil daging berbentuk puzzle dari korbannya. Korban pertamanya, tentu saja, Cecil.

Amanda, yang menganggap Jigsaw sudah mengubah hidupnya menjadi lebih baik, akhirnya mendaftarkan diri sebagai murid John. Ketika John semakin lemah gara-gara kankernya di Saw II, Amanda lah yang merancang sebagian besar permainan di sebuah rumah kosong. Satu dari 8 korban Saw II adalah Detektif Eric. Di akhir film, Eric nyaris menangkap John, tapi berhasil dicegah oleh Amanda yang kemudian mengurungnya di kamar mandi yang menjadi latar di film pertama.

Di Saw III, Amanda mulai ngelunjak. Ia merancang permainan yang sama sekali tak bisa dimenangkan oleh korban, berbeda dengan rancangan John yang masih sedikit punya kans untuk ditaklukkan. Oleh karena itu, John menguji Amanda dengan permainan jebakan. Amanda gagal sehingga mengakibatkan dirinya dan John tewas.

Siapa sangka ternyata John punya satu lagi murid yang lebih senior dari Amanda. Untuk mendesain permainan di Saw pertama, ia mendapat bantuan dari Detektif Hoffman. Dalam Saw V diceritakan bahwa Hoffman membunuh pembunuh adiknya lalu merekayasa seolah-seolah terlihat seperti perbuatan Jigsaw. Sebagai balasan, John menjebak Hoffman kemudian mencuci otaknya untuk menjadi penerus Jigsaw.

Di Saw IV, permainan yang melibatkan para polisi yang tengah menyelidiki John dan Jill, dirancang oleh Hoffman. Peristiwa ini berbarengan dengan kejadian di Saw III. Satu korban yang juga rekan Hoffman berhasil selamat. Namun Hoffman berhasil membungkamnya dalam Saw V.Ia kemudian menjadi penerus Jigsaw. Atau begitulah yang ia pikir.

Hoffman mendapati bahwa John dan Amanda sudah tewas di akhir Saw IV. Saat otopsi, dalam perut John ditemukan kaset yang mengingatkan Hoffman bahwa ia pun akan diuji. Dalam Saw VI, Jill (istri John, jika anda masih ingat) mengirimkan sebuah kotak kepada Hoffman yang berisi instruksi mengenai permainan berikutnya. Sebagian polisi yang dikira Hoffman tewas di Saw IV, ternyata masih hidup dan kini menyelidikinya.

Setelah membereskan semuanya, Hoffman kembali hanya untuk mendapati bahwa Jill diwasiatkan oleh John untuk memerangkap dirinya. Namun, Hoffman berhasil lolos dari permainan maut tersebut.

Saw 3D menjadi ajang rebutan merek Jigsaw antara Hoffman dengan Jill. Jill mengungkap rahasia Hoffman kepada polisi, sementara Hoffman menyusun rencana untuk menyusup ke kantor polisi demi membunuh Jill. Hoffman berhasil. Namun saat akan kabur, ia ditangkap oleh... Dr Gordon!

Ternyata, pasca bebas dari film pertama, Gordon juga menjadi murid John. Ia selama ini sudah membantu John merancang beberapa permainan tanpa diketahui oleh Hoffman maupun Amanda. Dalam flashback diperlihatkan bahwa Gordon mendapat wasiat dari John untuk bertindak jika sesuatu terjadi pada Jill. Gordon kemudian menjebak Hoffman dalam permainan yang mirip dengan film pertama! Hoffman dipasung di kamar mandi, diberi satu gergaji berkarat, dan dikurung untuk mati disana. Mungkin mati, mungkin tidak.

Pendek kata: pembuat filmnya peduli setan dengan nalar karakter atau logika plot. Cerita bisa mengacu dari dan berkembang ke mana-mana asalkan memberikan twist yang nyelekit. Jadi, kita tak perlu repot-repot menebak arah mana yang akan dituju oleh film Jigsaw yang mengambil latar waktu 11 tahun pasca kematian John nanti.

Setelah membaca ocehan saya, anda masih bingung? Di bawah ini ada ringkasannya dalam bentuk infografik. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top