0

R.I.P. Jóhann Jóhannsson (1969–2018)

Komposer 'The Theory of Everything' dan 'Arrival' ini meninggal dunia pada 9 Februari di usia 48 tahun. Penyebabnya belum diketahui.

Empat tahun lalu, untuk pertama kalinya saya menonton film Denis Villeneuve. Judulnya Prisoners. Kalau boleh disederhanakan dengan satu kata sifat, maka kesan yang saya dapati setelah menonton adalah "tak nyaman". Apakah ini karena tema moral yang diangkatnya? Bisa jadi. Namun saya tahu bahwa ada aspek teknis disini yang juga memerankan peranan penting. Dan itu adalah scoring-nya yang sangat efektif bikin deg-degan.

Lewat film inilah saya "berkenalan" dengan Jóhann Jóhannsson, komposer yang kemudian menjadi dua kali nominee Oscar dan satu kali pemenang Golden Globe. Film tersebut membuat saya jatuh cinta kepada keduanya dan saya bertekad akan mengikuti apapun karya mereka selanjutnya.

Di kemudian hari, Jóhann kembali bekerja sama dengan Villenueve dalam Sicario dan Arrival.

Jóhann Jóhannsson. Nama tak akan mudah dilupakan, karena punya suku kata familiar yang berulang. Tidak, ia bukan orang Sunda. Dari Wikipedia, saya kemudian tahu bahwa Jóhann lahir dan besar di Islandia. Pada pertengahan 90an, ia menjadi gitaris untuk sebuah band indie rock di kampung halamannya.

Eksperimen dan kolaborasinya dengan artis dari berbagai genre agaknya banyak membantu Jóhann dalam menelurkan album solo pertamanya Englabörn, komposisi teater berisi rekaman instrumen string yang diproses dengan filter digital. Gaya musik yang seperti ini menjadi ciri khas dari karya Jóhann.

Selagi karir solonya jalan terus, Jóhann juga berkontribusi di dunia film dan televisi. Kredit pertamanya untuk film adalah komedi Islandia berjudul Dis (2004), sementara di televisi adalah Svartir englar (2007). Namun film yang kemudian benar-benar melontarkan namanya sebagai komposer yang patut diperhitungkan adalah Prisoners-nya Villeneuve.

Kerjasamanya dengan Villeneuve —yang notabene film-filmnya sangat kelam— mendatangkan keterkejutan bagi saya ketika mendapati Jóhann menggarap score untuk The Theory of Everything-nya James Marsh. Ternyata ia bisa juga menggarap scoring romantis. Lewat film ini, Jóhann memperoleh nominasi Golden Globe (yang kemudian dimenangkannya) dan Oscar (dikalahkan oleh Alexandre Desplat lewat The Grand Budapest Hotel).

Jóhann kembali memperoleh nominasi Oscar lewat Sicario, lalu nominasi Golden Globe lewat Arrival di tahun berikutnya.

Sebenarnya kerjasama Jóhann dengan Villeneuve masih berlanjut dalam Blade Runner 2049. Namun, score-nya diganti dengan garapan Hans Zimmer dan Benjamin Wallfisch. Ia juga awalnya berperan sebagai komposer untuk mother!. Namun, setelah berdiskusi dengan sang sutradara Darren Aronofsky, Jóhann memutuskan bahwa filmnya akan lebih efektif apabila score-nya tidak digunakan.

Beberapa hasil karyanya yang akan dirilis antara lain adalah thriller Mandy yang dibintangi Nicolas Cage, The Mercy dimana ia berkolaborasi kembali dengan Marsh, serta Mary Magdelene-nya Garth Davis yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix dan Rooney Mara.

Pada 9 Februari 2018, Jóhann ditemukan meninggal di apartemennya di Berlin. Penyebab kematiannya belum diketahui hingga artikel ini diturunkan. Ia berpulang di usia 48 tahun.

Goodbye, Jóhann Jóhannsson. Rest in peace. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top