0

R.I.P. Steve Ditko (1927–2018)

Komikus pencipta 'Spider-Man' dan 'Doctor Strange' ini meninggal dunia pada 29 Juni 2018 di usia 90 tahun. Berita tentang kematiannya baru diketahui Jumat kemarin.

Bagi sebagian besar kita yang tak begitu lekat dengan dunia perkomikan Amerika, representasi dari Marvel Comics mungkin adalah (dan barangkali hanya) Stan Lee. Maklum saja, opa yang sudah berusia 95 tahun ini memang hampir tak pernah absen nongol di setiap film-film superhero yang menampilkan jagoan Marvel. Kendati demikian, motor utama Marvel dulu rupanya bukan cuma Lee seorang. Lee memang lebih ikonik karena mengasuh Marvel Comics selama puluhan tahun. Namun Marvel barangkali takkan sepopuler itu tanpa campur tangan dari dua ikon lainnya: Jack Kirby dan Steve Ditko.

Sebagaimana kita ketahui, karir mendiang Kirby di Marvel tidaklah lama, tapi sangat signifikan pengaruhnya dalam membangun pondasi studio komik paling tenar ini. Steve Ditko malah lebih singkat lagi. Meski nama Ditko barangkali tak sengetop Kirby, kontribusinya bagi Marvel ternyata juga tak main-main. Ia menciptakan karakter yang bisa dibilang sebagai superhero Marvel yang paling populer, yaitu Spider-Man.

Oke, oke. Mungkin saya sedikit melebih-lebihkan. Ide penciptaan Spider-Man sebenarnya berasal dari Lee yang kemudian mengusulkannya kepada Kirby. Namun desain dari Kirby rupanya tak memuaskan Lee. Lee menyebutnya "terlalu heroik", yang tentu saja jauh dari citra jagoan remaja yang kita kenal seperti sekarang. Berkat tangan Ditko lah kita akhirnya mendapati Spider-Man dengan ciri khas kostum merah-birunya, penembak jaring, dan spider signal.

Karakter ini memulai debut di tahun 1962 lewat komik Amazing Fantasy volume 15 dan mendapat sambutan yang hangat. Bahkan saking populernya, hanya setahun kemudian Marvel resmi membuatkannya komik solo berjudul Amazing Spider-Man, dimana Lee dan Ditko yang bertanggung jawab untuk menggarapnya. Ditko juga turut andil dalam penciptaan beberapa karakter-karakter lain dari komik Spider-Man, seperti Doctor Octopus, Sandman, Lizard, dan Green Goblin. Sayangnya, kontribusi Ditko berakhir di volume 38. Namun tidak sebelum menyuguhkan salah satu scene paling ikonik sepanjang sejarah komik Spider-Man lewat volume 33.

Pasca meninggalkan Spider-Man, Ditko sempat menjadi ilustrator untuk The Incredible Hulk. Jejaknya di Marvel Comics kembali menjadi sejarah saat ia menciptakan pahlawan ahli perdukunan yang filmnya dibintangi oleh Benedict Cumberbatch, Doctor Strange lewat komik Strange Tales volume 110.

Namun empat tahun kemudian, Ditko memilih untuk cabut dari Marvel karena berkonflik dengan Lee. Detilnya masih belum diketahui dengan pasti. Ditko tak pernah memberi penjelasan, sementara Lee mengaku tak mengetahui apa motif dari pengunduran diri Ditko. Namun banyak yang bilang ini disebabkan karena Ditko tak mendapat kredit yang layak atas kontribusinya bagi Marvel. Salah satu komikus Marvel, John Romita pernah bilang bahwa keduanya berdebat nyaris dalam semua hal.

Keluar dari Marvel, tak lantas membuat Ditko berhenti jadi komikus. Ia kembali ke studio komik kecil tempatnya pernah bekerja dulu, Charlton Comics yang memberinya lebih banyak ruang kreatif. Disana ia menggarap komik Blue Beetle, The Question, Captain Atom, dan Mr. A. Nah, di tahun 1968 Ditko sempat pula beranjak untuk bekerja sampingan di studio saingan Marvel, DC Comics, dimana ia menciptakan karakter Creeper dan Hawk and Dove, sekaligus menggarap komik Shade, Stalker, dan Man-Bat.

Entah bagaimana ceritanya, ia pernah balik ke Marvel di tahun 1979 untuk menangani Machine Man, Micronauts, dan Captain Universe, bahkan menciptakan karakter Squirrel Girl pada 1992. Sembari itu berjalan, Ditko juga bekerja lepas di berbagai studio komik kecil. Pada tahun 1998, ia pensiun dari dunia perkomikan mainstream.

Jumat kemarin (6/8) diberitakan bahwa Ditko ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Manhattan pada usia 90 tahun. Namun tak dinyana, kematian Ditko sebetulnya sudah dikonfirmasi oleh kepolisian setempat sejak 29 Juni kemarin. Entah kenapa kabar ini telat tersiar.

Ditko memang dikenal sebagai pribadi yang agak tertutup. Meski terus menggambar sepanjang hayat, ia menghindari segala macam publisitas. Ia bahkan menolak untuk tampil dalam film dokumenter mengenai dirinya sendiri, In Search of Steve Ditko. Perilisan film dua film yang karakternya ia ciptakan, Doctor Strange dan Spider-Man: Homecoming, tetap tak membuatnya bergeming untuk turun gunung.

Kehidupan pribadinya mungkin tak banyak kita tahu, tapi passion-nya akan komik bisa kita cermati. Lahir pada 2 November 1927 di Pennsylvania, Ditko hanyalah anak seorang tukang kayu yang terinspirasi oleh Batman dan The Spirit-nya Will Eisner lalu mengejar karir sebagai seorang komikus. Bahkan saat menjalani tugas sebagai tentara di Perang Dunia II, ia masih sempat menggambar komik untuk koran tentara.

Idola Ditko, Jerry Robinson, komikus Batman yang pernah mengajar di Cartoonist and Illustrators School sempat bilang bahwa Ditko adalah "murid yang pekerja keras" dan menyebut bahwa Ditko "sangat intens; menghadiri kelasnya selama dua tahun–empat atau lima hari dalam seminggu–lima jam sehari". Semangat macam apa coba ini.

Goodbye, Steve Ditko. Rest in peace. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top