0

Trivia Time: 'Mission: Impossible - Fallout'

Tahukah anda bahwa Tom Cruise melakukan sendiri semua stunt-nya? Ooh iya anda sudah tahu. Ya sudah deh.

Terkadang cerita di belakang layar tak kalah seru dari apa yang kita saksikan di layar. Oleh karena itu, hadirlah rubrik santai & gak penting 'Trivia Time' untuk memuaskan dahaga anda akan fakta-fakta menarik mengenai produksi sebuah film. Ini bisa menambah wawasan sekaligus mengisi waktu luang anda. Dan (yang paling penting) bisa dipakai buat pamer ke teman-teman. Ayo buat mereka terjungkal dengan khazanah perfilman anda!

Sebagaimana yang anda duga, trivia buat Mission: Impossible - Fallout (baca reviewnya disini) sebagian besarnya adalah soal Tom Cruise yang melakukan hal-hal yang menantang maut demi kepuasan penonton (dan mungkin sekalian untuk melampiaskan hasrat masokismenya sendiri). Kita sudah tahu Tom Cruise ini memang sinting dan pengen mati di depan kamera. Namun, tahukah anda akan detilnya? Ini dia.

  • Yang pertama dan paling utama: Tom Cruise melakukan sendiri semua stunt-nya, tentu saja.

  • Termasuk dari poin di atas adalah adegan kejar-kejaran mobil serta kejar-kejaran motor di Arc de Triomphe, yang berlalu lintas padat yang nantinya melibatkan satu adegan tabrakan dengan mobil. Untuk meyakinkan kita bahwa ini semua dilakukannya sendiri, Cruise mengendarai motor tanpa memakai helm. Dasar tukang pamer.

  • Di adegan lari-larian di atas gedung-gedung di London, Cruise akhirnya kena batunya. Ketika meloncat dari satu atap ke atap gedung lain, ia nyaris jatuh tapi berhasil bergelayutan berkat bantuan tali pengaman. Naasnya, pergelangan kakinya patah. Meski begitu, ini tak menghentikan Cruise. Ia kembali bangkit lalu mencoba berlari sebagaimana yang diarahkan oleh skrip, sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti. Kita bisa menyaksikannya dalam film, karena scene ini tetap dimasukkan ke final cut.

  • Musibah ini membuat Paramount memutuskan untuk menghentikan proses produksi setidaknya 9 minggu. Kendati demikian, studio ini tetap tak mengubah rencana jadwal tayangnya di bulan Juli.

  • Namun, bukan Tom Cruise namanya kalau tak menentang ekspektasi. Ia berhasil sembuh dua minggu lebih cepat, sehingga pada akhirnya penundaan syuting hanya berlangsung selama 7 minggu saja.

  • Di sekuens klimaks yaitu kejar-kejaran helikopter, Cruise menyetir sendiri helikopternya. Untuk itu, ia harus menjalani pelatihan intensif. Sutradara Christopher McQuarrie bilang bahwa butuh waktu sekitar 3 bulan selama 8 jam sehari agar bisa melakukan manuver seperti 360 degree downward spiral dan corkscrew turn.

  • Dan kalau anda perlu diingatkan kembali, sebelum sekuens tersebut, Cruise harus bergelantungan terlebih dahulu di kaki helikopter yang sedang terbang.

  • Adegan ini mengambil tempat di Kashmir, tapi syuting sebenarnya dilakukan di Selandia Baru dan Norwegia. Tebing tempat adegan pertarungan di akhir adalah tebing Preikestolen di Norwegia. Akses yang diberikan terbatas; kru dan pemain hanya boleh mendekati gunung selama 9 hari berturut-turut, sementara pendaratan helikopter dibatasi 50 kali per hari.

  • Adegan paling besar justru yang paling singkat, yaitu HALO (High Altitude Low Opening) Jump. Sesuai namanya, stunt ini berarti terjun payung dari ketinggian yang tinggi (uhm) tapi membuka parasut di ketinggian yang rendah. Standar ketinggiannya adalah 7000 meter, kecepatan terjun 265-320 km/jam, dan pembukaan di angka 250 meter. Bagi militer, teknik ini sangat berguna untuk menghindari kemungkinan terlihat oleh musuh atau terlacak radar berkat durasi terjunnya yang singkat dikarenakan pembukaan parasut di saat-saat kritis hampir mendarat. Bagi Cruise, teknik ini bertujuan agar ia bisa berada sedekat mungkin dengan malaikat maut.

  • Untuk sekuens HALO Jump, Cruise harus berlatih selama setahun penuh. Adegan ini direncanakan paling awal tapi difilmkan paling akhir. Latihannya menggunakan wind tunnel terbesar yang pernah dibuat. Cruise dan semua yang terlibat (termasuk operator kamera Craig O'Brien) harus terjun 5 kali sehari: satu di pagi hari, tiga di siang hari, dan satu lagi di sore hari.

  • Scene final untuk sekuens HALO Jump diperoleh dengan melibatkan 106 kali percobaan. Proses syuting butuh waktu lama, sebab kru hanya punya waktu yang terbatas untuk setiap pengambilan gambar, yaitu 3 menit sehari menjelang sunset. Jadi dalam satu hari mereka cuma bisa mendapatkan satu shot.

  • Dalam film, adegan ini berlangsung di Paris. Namun karena ketatnya undang-undang penerbangan di Prancis, syuting dilakukan di Timur Tengah. Barangkali disana tak ada yang keberatan saat seorang aktor top Hollywood berusaha bunuh diri.

  • Tom Cruise adalah aktor pertama (dan mungkin satu-satunya—maksud saya siapa lagi yang bisa senekat itu) yang pernah melakukan HALO Jump. Agar ia bisa pamer, kru sengaja membuat helm modifikasi supaya wajah Cruise bisa selalu terlihat di depan kamera.

  • Adegan adu jotos di kamar mandi rencananya disyut selama 4 hari, tapi karena kompleksitas koreografinya, waktunya molor menjadi 4 minggu.

  • Proses produksi berlangsung selama 161 hari.

  • Christopher McQuarrie adalah sutradara pertama yang pernah menyutradarai dua film Mission: Impossible. Ia sebelumnya menggarap Mission: Impossible - Rogue Nation.

  • Rebecca Ferguson sedang hamil saat proses syuting. Saat syuting selesai, kehamilannya memasuki usia 7 bulan.

  • Tom Cruise dan Ving Rhames adalah satu-satunya dua-duanya aktor yang tampil dalam semua film Mission: Impossible. Simon Pegg tampil dalam setiap film Mission: Impossible sejak film ketiga.

  • Henry Cavill ditawari peran oleh sang sutradara lewat Instagram. Dan disini tante anda masih komplain bahwa Instagram itu gak ada manfaatnya.

  • Sebagaimana yang kita tahu, karakter Cavill di film ini punya kumis. Namun bersamaan dengan proses syutingnya, Warner Bros bermaksud untuk syuting ulang Justice League, dimana Cavill bermain sebagai Superman. Tentu saja, tak ada Superman yang berkumis, sehingga Cavill diminta untuk mencukur kumisnya. Tapi Paramount tak setuju. Co-produser Jake Myers menyarankan agar studio membiarkan Cavill mencukur kumisnya, dengan syarat Warner Bros harus membayar $3 juta sebagai kompensasi bagi Paramount yang harus menambahkan kumis CGI di wajah Cavill saat proses pasca-produksi. Namun, barangkali mengira bahwa kumis-kumisan CGI tak semahal itu, Warner Bros memutuskan untuk menghilangkan sendiri kumis Cavill lewat CGI. Hasilnya... sebuah pencapaian penting dalam sejarah per-meme-an sinema.

  • Menjadi Superman ternyata lebih gampang daripada bermain dalam Mission: Impossible. Cavill bilang bahwa training sebagai Superman belum cukup untuk mempersiapkannya melakukan stunt dalam Fallout. Peran Superman hanya mengharuskannya untuk membentuk tubuh, sementara di Fallout ia membutuhkan latih tubuh untuk tujuan yang lebih fungsional.

  • Alex Baldwin mengaku bahwa ia kesulitan saat harus beradegan laga melawan Cavill, dikarenakan ukuran tubuh dan kepadatan otot Cavill yang besar. Yaah, namanya juga Superman.

  • Apa anda ingat di bagian mana Simon Pegg harus beradegan aksi? Saya juga tidak. Namun, katanya ia harus berlatih di gym untuk adegan tersebut. Berita utamanya adalah saking intensnya berlatih, Pegg sampai berhasil mendapatkan sixpack, padahal perannya tak butuh itu. Anda tahu kapan terakhir kali Pegg melihat abs-nya? Dua puluh lima tahun lalu saat ia berusia 23 tahun. Cruise dan Cavill sampai memberikannya julukan "Eight-Pack Peggles".

  • Jeremy Renner awalnya direncanakan ikut tampil. Namun ini tak kesampaian karena komitmennya dengan Avengers: Infinity War dan Avengers 4. Berita lain menyebutkan bahwa Renner memilih untuk tidak tampil karena tak setuju dengan pilihan naratif filmnya, yang mengharuskan karakternya untuk tewas di awal film. Itu lho yang di adegan perebutan plutonium di jalan.

  • Berdurasi 2 jam 27 menit, film ini adalah film terpanjang dalam franchise-nya.

  • Ini adalah pertama kalinya kata "f***" digunakan dalam film Mission: Impossible.

  • Merupakan film Mission: Impossible kedua yang punya bagian berformat IMAX. Yang pertama adalah Mission: Impossible - Ghost Protocol di sekuens Burj Khalifa yang benar-benar memakai kamera IMAX 70mm. Dalam Fallout, sekuens HALO Jump dan kejar-kejaran helikopter sebenarnya diambil menggunakan kamera digital beresolusi tinggi yang kemudian di format menjadi IMAX digital.

  • Film ini kemungkinan besar akan menjadi film terakhir dari seri Mission: Impossible. Tapi dalam sebuah wawancara Cruise bilang bahwa jika Fallout sukses, mungkin ia akan membuat lanjutannya. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem dan di instagram: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top