0

Review Film: 'The Secret Life of Pets 2' (2019)

Menghibur sih, tapi saya kira film ini sudah iseng bermain di garis batas toleransi saya.

“Okay. Moment's over.”
— Rooster
Rating UP:
Film pertama The Secret Life of Pets dibangun dari premis yang menarik meski tak orisinal: apa yang dilakukan oleh hewan peliharaan kita saat kita tak memperhatikan mereka? Walau pun eksplorasinya tak sebrilian Toy Story-nya Pixar, film tersebut lumayan menghibur karena kecerdikannya mengeksploitasi tipikal para hewan serta kecintaan kita pada mereka. Animasinya juga cukup kompeten sampai kita tak pernah merasa seperti menonton animasi kelas B.


Yang dilakukan The Secret Life of Pets 2 adalah mencoba menarik perhatian kita lewat jalan yang sama, tanpa sedikit pun usaha untuk meng-improve premisnya. Nah sayangnya, pembuat film tak punya materi yang memadai. Ceritanya sangat tipis, sehingga ia butuh lebih dari satu cerita supaya durasinya bisa masuk kategori film bioskop. Kualitas animasi saja tak bisa mengalihkan kita dari kesan bahwa kita seperti sedang menonton miniseri yang digabung menjadi satu.

Cerita pertama tentu saja berkutat soal karakter utama kita, Max (sekarang disuarakan oleh Patton Oswalt, menggantikan Louis CK yang terkena skandal). Pemilik Max, Katie (Ellie Kemper) tiba-tiba berkenalan dengan seorang cowok. Mereka menikah dan tak kurang dari satu menit, langsung punya anak. Kehadiran si bayi mengurangi jatah perhatian buat Max. Max cemburu.

Bagian ini barangkali adalah satu-satunya fragmen cerita yang berpotensi memberikan bobot emosional. Namun film tak mengarah kesana, karena Max dengan segera mendapati fakta bahwa si bayi bukanlah musuh, melainkan teman yang harus dilindungi. Mungkin supaya gak mirip-mirip amat sama film pertama yang juga membahas soal kehadiran orang baru di hidup Max, yaitu si anjing bongsor Duke (Eric Stonestreet). Jadi cerita sesungguhnya dimulai saat Max dan Duke dibawa liburan ke area pedesaan. Disana, mereka berjumpa dengan anjing supermacho bernama Rooster (Harrison Ford) dan Max harus berlajar cara untuk menjadi supermacho... atau sedikit macho juga gakpapa sih buat sekarang.

Karena pergi mudik lumayan lama, Max menitipkan mainan favoritnya kepada si pudel Gidget (Jenny Slate). Ini adalah cerita kedua. Mainan Max tak sengaja masuk ke rumah yang dihuni mungkin ribuan kucing. Untuk menyelamatkannya, Gidget harus menyamar sebagai kucing. Dan untuk itu, ia belajar harus dari kucing sungguhan; siapa lagi kalau bukan si pasif-agresif Chloe (Lake Bell). Bagian ini memberikan sekuens kocak yang paling relatable dengan konsep film pertama.

Sementara itu, mantan penjahat Snowball (Kevin Hart) percaya bahwa dirinya adalah superhero semenjak pemiliknya suka mendadani dengan konstum superhero. Namanya sepertinya lumayan tersohor, karena ia sampai dimintai bantuan oleh anjing Shih Tzu bernama Daisy (Tiffany Haddish) untuk menyelamatkan seekor kucing sirkus. Dan kucing yang dimaksud disini adalah Panthera tigris yang biasa dipelihara anak-anak di setiap rumah. Yang menghalangi mereka adalah si pemilik sirkus (Nick Kroll) yang punya ajudan serigala-serigala yang ganas.

Ketiga cerita ini pada akhirnya bergabung menjadi satu lewat adegan kejar-kejaran dan aksi yang terjadi di sebuah kereta. Sutradara Chris Renaud dan penulis Brian Lynch berusaha menjalinnya dengan mulus, tapi masing-masing plot yang timpang ini tak berhasil bergabung menjadi narasi solid yang koheren. Anda barangkali langsung bisa membagi bagian mana yang sentimental, bagian mana yang cerdik, dan bagian mana yang disajikan hanya sebagai hiburan balita. Di lain sisi, memasukkan banyak cerita boleh jadi merupakan keputusan yang bijak, karena tak ada satu bagian tunggal yang cukup untuk menopang sebuah film panjang.

Pada akhirnya, kita merasa seperti baru selesai menyaksikan beberapa episode film pendek yang barangkali lebih pas kita dapatkan lewat bundling dengan paket Bluray film pertama. Film kedua ini kemungkinan besar dibuat hanya karena film pertamanya sukses besar, padahal ia belum punya materi baru untuk diceritakan. Ia ingin memperdaya kita dengan trik lama, tanpa repot-repot belajar trik baru. Menghibur sih, tapi saya kira ini sudah iseng bermain di garis batas toleransi saya. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem dan di instagram: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

The Secret Life of Pets 2

86 menit
Semua Umur - BO
Chris Renaud
Brian Lynch
Chris Meledandri, Janet Healy
Alexandre Desplat

©

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top