0

‘Triple Frontier’ Flop, Netflix akan Lebih Selektif Produksi Film Besar

Seolah tak ingin mengulangi kesalahannya, Netflix kini menempuh strategi baru pasca film big budget unggulan mereka, ‘Triple Frontier’, gagal memenuhi ekspektasi.

Seolah tak ingin mengulangi kesalahannya, Netflix kini menempuh strategi baru pasca film big budget unggulan mereka, Triple Frontier, gagal memenuhi ekspektasi.

Dikutip dari The Information, performa Triple Frontier sebenarnya tidak buruk seiring film action bertabur bintang ini telah ditonton 52 juta pelanggan layanan streaming. Namun lantaran Netflix telah mengucurkan dana $115 juta untuk film garapan J.C. Chandor, angka penonton ini pun dianggap flop dari kacamata finansial.

Berangkat dari performa mengecewakan Triple Frontier, bulan lalu CCO Netflix Ted Sarandos mengadakan rapat bersama para eksekutif yang berakhir dengan tiga kebijakan baru. Diantaranya, Netflix kini akan lebih selektif dalam melampuhijaukan proyek yang mahal dan beresiko. Selain itu, kedepannya platform streaming ini juga akan lebih fokus memproduksi konten original (film maupun serial) yang bisa menarik banyak viewers, ketimbang menghadirkan konten yang dapat memperkuat reputasi mereka di industri hiburan.

Triple Frontier sendiri bukan satu-satunya proyek besar Netflix yang dinilai flop. Karena sebelumnya, ada dua serial big budget The Get Down dan Marco Polo yang jadi awal mimpi buruk Netflix. Kini masih ada empat proyek besar Netflix yang belum dirilis, yakni Armie of the Dead (film action zombie garapan Zack Snyder) dan The Irishman (film gangster besutan Martin Scorcese), disusul serial fantasi The Witcher dan live-action Avatar: The Last Airbender. Di atas segalanya, kebijakan baru Netflix ini kedepannya diharapkan tak bakal mengurangi jumlah konten berkualitas seperti film Roma atau serial Stranger Things, yang selama ini jadi kartu As Netflix untuk bersaing dengan platform streaming lainnya.

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top