0

Review Film: 'Weathering with You' (2019)

Saya langsung haqqulyaqin bahwa film ini jelas merupakan salah satu film Shinkai yang inferior.

“This is a story... only she and I know about.”
— Hodaka
Rating UP:
Pasal 69 dari buku Seni Menonton Film yang baru saya buat-buat 1 detik yang lalu berbunyi: "Setelah menonton sebuah masterpiece, semua film lain terasa ampas". Jika pasal ini dipakai secara pukul rata, maka Weathering with You otomatis menjadi film ampas. Dalam rangka membuktikan teori ini, saya dulu pernah menonton ulang semua film Makoto Shinkai tepat setelah pulang dari Your Name. Nyatanya beberapa film tersebut tetap terasa bagus dalam konteks masing-masing. Namun, menonton Weathering with You, saya langsung haqqulyaqin bahwa film ini jelas merupakan salah satu film Shinkai yang inferior.


Saya sebetulnya tak mau membandingkan film ini dengan Your Name (secara terpisah, film ini sebetulnya film anime yang lumayan). Setelah kesuksesan stratosferik dari film tersebut, Makoto Shinkai juga mengaku merasa sedikit terbebani dengan ekspektasi penonton, khususnya penggemar Your Name. Tapi yaa gimana gak ngebandingin, lha Shinkai-nya sendiri yang membuat Weathering with You sangat dekat dengan Your Name.

Karakterisasinya mirip. Destinasi emosional mereka relatif sama. Film ini juga punya elemen fantasi kuat sebagai pembalut dari cerita drama yang sederhana. Shinkai juga menggunakan deretan lagu untuk memperkuat momen (beda dengan 5cm per Second dimana lagu merupakan momen itu sendiri; ini sebaiknya kita bahas lain kali), bahkan beberapa diantaranya juga disumbangkan oleh Radwimps. Lebih jauh, satu detail minor bahkan membuat kita berpikir bahwa kedua karakter utama kita berada satu semesta dengan dua karakter Your Name. Yang gagal kali ini adalah PERJALANAN yang membawa kita ke destinasi yang dimaksud. Semua kemiripan tadi takkan sama nampolnya jika hal tersebut tidak berhasil.

Sebetulnya, Weathering with You mengajak kita melalui perjalanan yang cukup panjang dan belibet. Tokoh utama kita, Hodaka (Kotaro Daigo) adalah seorang anak SMA yang kabur dari kampung halaman. Ia bermaksud bekerja di Tokyo, tapi hidup di kota besar tak semudah itu. Tiga hari Hodaka menggelandang dan kelaparan. Untungnya, ia mendapat bantuan dari oom-oom bernama Suga (Shun Oguri). Ini adalah bantuan kedua Suga, karena sebelumnya ia juga sempat menyelamatkan Hodaka saat hampir jatuh dari kapal feri.

Suga memberikan pekerjaan bagi Hodaka, yaitu menjadi asistennya untuk menulis berita hoaks. Mungkin karena ini di Jepang, makanya bisnis menulis berita hoaks tidak begitu menjanjikan, boro-boro menghasilkan. Kantor Suga adalah basement yang sempit dan ia hanya punya satu rekan kerja yaitu Natsumi (Tsubasa Honda), gadis seksi yang Hodaka pikir adalah simpanan Suga. Bersama Natsumi, Hodaka bertugas mencari berita yang lagi viral saat ini, yaitu soal "gadis matahari", cewek yang konon bisa mengubah cuaca.

Cewek itu ternyata bernama Hina (Nana Mori). Dan Hina bukan hoaks. Setelah berjumpa dalam satu kebelibetan yang lain, Hodaka menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Hina bisa mendatangkan cuaca cerah. Ini bukan kebetulan belaka. Tokyo saat itu diguyur hujan nyaris tanpa henti. Tak butuh sehari-duahari, tak perlu semedi di sana-sini, tak perlu syarat ini-itu, Hina merubah cuaca dengan instan, hanya hitungan detik. Berhubung Hina butuh pekerjaan, Hodaka pun menjadi mucikari untuk menjual bakat pawang hujannya Hina.

Shinkai mempresentasikan eksploitasi kekuatan super ini bukan secara sinis, melainkan dengan melankolis. Kemampuan Hina lebih dari sekadar mendatangkan cuaca cerah; Hina memberikan harapan baru bagi pelanggan yang meminta jasanya. Cuaca cerah berarti lebih banyak waktu untuk mengadakan festival, nongkrong dengan teman, atau bercengkerama bersama keluarga. Namun tak ada yang namanya too good to be true. If it's too good, it can't be true. If it's true, it can't be good forever. Kekuatan Hina punya konsekuensi. Dan konsekuensi inilah yang merupakan inti film.

Saya tak bisa bicara lebih jauh tapi saya bisa bilang bahwa saat mendapati hal tersebut, wajar kalau kita berpikir bahwa film ini sebetulnya pas semisal dikemas sebagai film pendek. Namun durasinya hampir dua jam. Meski punya sentuhan fantasi, metode penceritaannya memakai pendekatan realistis, dimana kita disuguhkan dengan berbagai kegiatan kasual sehari-hari. Namun dikarenakan banyaknya elemen plot yang kemudian tak ada faedahnya, film ini jadi terasa ngeluyur kemana-mana. Detail kecil tak berkontribusi ke cerita, beberapa karakter sampingan numpang lewat cuma bikin belibet wae.

Barangkali ini dimaksudkan untuk memperdalam karakter utama, tapi Shinkai tak masuk cukup jauh untuk membuat kita bisa menyelami mereka. Dalam Your Name, setiap detail berfungsi untuk memperkaya karakter. Bahkan lelucon mesum menambah familiaritas kita dengan para karakter, yang membuat perjalanan emosional mereka makin menohok. Kita seemosional mereka. Perjalanan mereka adalah perjalanan kita. Di Weathering with You, lelucon mesum, yaa terasa seperti lelucon mesum. Cukup menganggu dan bisa dibilang tak perlu sama sekali. Dan karena kita tak begitu kenal dengan para karakter kita, beberapa keputusan mereka yang datang sekonyong-konyong terkesan tak masuk akal. Kita tak merasakan apa motif di baliknya. Mereka menjadi duo yang agak hambar.

Saya simpulkan Shinkai membuat film ini karena ia mau menunjukkan peningkatan teknik animasinya alih-alih ingin menceritakan suatu cerita. Di departemen tersebut, film ini memang luar biasa mengesankan, bahkan mungkin melewati Your Name. Visualnya saja sudah membuat jiwa penikmat film saya bergetar. Detail animasi, skema warna, serta desain dan tata suara menjadikan filmnya sangat imersif. Ada banyak adegan yang melibatkan air, dan filmnya memang terlihat dan terasa "basah banget" (bagaimana coba membuat sekuens air yang realistis sekaligus gak kentara berada di animasi dua dimensi?). Namun saat credit bergulir, kita dibuat berandai-andai, "Kalau saja teknis seluarbiasa ini dipakai untuk menceritakan cerita yang luar biasa".

Catatan tambahan: Soal ending. Saya tahu bahwa destinasinya adalah membuat pilihan berat antara cinta dengan dunia. Weathering with You secara tak sengaja menjadikan karakternya brengsek karena sudah membuat pilihan yang benar. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem dan di instagram: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

Weathering with You / Tenki no Ko

114 menit
Remaja
Makoto Shinkai
Makoto Shinkai
Genki Kawamura
Radwimps

©

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top