0

Review Film: 'Abominable' (2019)

Memberikan tontonan yang generik tapi tak pernah membosankan.

“When Yi sets her mind on something, nothing is impossible.”
— Jin
Rating UP:
Abominable adalah film yang langsung bisa kita masukkan ke dalam klub penjiplak E.T.. Plot standar di klub ini adalah mengenai persahabatan seorang anak dengan seekor makhluk aneh, entah itu berasal dari luar angkasa atau tempat eksotis lain di bumi; dalam hal ini, sang makhluk aneh berasal dari gunung Everest. Namun bukan berarti film ini otomatis jelek. Karakternya menarik, petualangan mereka seru, dan animasinya ciamik sehingga memberikan tontonan yang generik tapi tak pernah membosankan.


Yang dibutuhkan dalam film-film seperti ini cuma dua, yaitu: (1) anak-anak yang cerdas dan simpatik, serta (2) makluk aneh yang lucu, sedikit malang, dan punya penampilan menggemaskan; nilai plus jika punya pula mata belo yang punya tugas utama untuk menggetarkan sisi sensitif kita. Dalam Abominable, anak tersebut adalah Yi (Chloe Bennett) yang baru saja ditinggal wafat oleh sang ayah. Alih-alih menyandarkan diri kepada ibu (Michelle Wong) dan neneknya (Tsai Chin), Yi justru menghabiskan waktu untuk mengumpulkan uang demi perjalanan keliling Cina seperti yang pernah dijanjikan oleh sang ayah dulu.

Makluk anehnya adalah seekor Yeti (Joseph Izzo) yang ditemukan Yi di atas atap rumahnya. Yeti ini tengah berada dalam pelarian karena diburu oleh kolektor tajir (Eddie Izzard) beserta komplotannya yang terdiri dari ahli hewan (Sarah Paulson) dan para tukang pukul. Yi pun merawat luka sang Yeti lalu memberinya nama Everest. Sadar bahwa Everest ingin pulang dan bersatu kembali dengan keluarganya di, uhm, Everest, Yi memutuskan untuk membantunya. Secara tak sengaja, dua teman Yi ikut serta, yaitu Peng (Albert Tsai), bocah yang selalu girang dan Jin (Tenzing Norgay Trainor), selebgram yang gak suka sepatunya kotor.

Walaupun film menyebutnya "abominable", sebetulnya tak ada hal yang mengerikan atau buruk rupa mengenai Everest. Ia adalah monster berbulu putih yang menggemaskan dan sangat peluk-able, sehingga tak sulit membayangkan penonton anak-anak bakal segera rewel minta dibawa ke toko mainan sehabis menonton. Everest tak bisa ngomong, tapi tingkahnya persis hewan peliharaan. Tak jauh beda dengan E.T., Everest juga punya kemampuan spesial. Saya tak tahu persis spesifiknya, tapi sepertinya ia bisa memanipulasi alam dalam skala kecil. Ini mengijinkan filmnya untuk menampilkan beberapa adegan magis seperti buah berry dan dandelion yang tiba-tiba jadi raksasa, atau ladang bunga yang bergelombang seperti tsunami.

Film ini merupakan kolaborasi besar pertama antara studio Amerika dengan Cina, yaitu DreamWorks dengan Pearl Studio. Kualitas animasinya cukup memanjakan mata; menggunakan warna-warna cerah dan hidup dengan beberapa sekuens ajaib yang dianimasikan dengan apik. Petualangan dari karakter utama kita juga bermain sebagai panduan wisata ke Cina, mengingat betapa lihainya ia menyoroti keindahan alam Cina, seperti gurun Gobi, sungai Yangtze, sampai patung Budha raksasa di Sichuan. Yang terakhir menjadi lokasi dari momen paling berkesan yang saking indahnya kita tak keberatan diperdengarkan lagu "Fix You"-nya Coldplay.

Penulis dan sutradaranya adalah Jill Culton, sutradara wanita pertama yang pernah menggarap film animasi besar lewat Open Season. Setting yang dipakainya untuk Abominable adalah Cina, dan Culton berhasil memasukkan elemen kultural setempat yang mengalir alami dengan cerita tanpa terkesan maksa. Perkembangan plot yang dibuatnya memang sangat formulatif. Ia barangkali memang menargetkan filmnya untuk anak-anak, yang biasanya hanya butuh film yang simpel dan manis. Meski punya drama, tak ada momen emosional yang bakal membuat mata oom-oom dan tante-tante keringetan. Momen seru pun relatif ringan (bahkan antagonisnya tak bisa dibilang mengancam), tapi cukup untuk membuat anak-anak tegang. Abominable bermain aman, tapi —surprise!— saya tak bosan. ■UP

Follow Ulasan Pilem di twitter: @ulasanpilem dan di instagram: @ulasanpilem
Kunjungi Ulasan Pilem di facebook: facebook.com/ulasanpilem

Abominable

97 menit
Semua Umur
Jill Culton
Jill Culton
Suzanne Buirgy, Dave Polsky
Robert Edward Crawford
Rupert Gregson-Williams

©

0 komentar:

Post a Comment

Back to Top